Kamis, 24 April 2014

News / Bisnis & Keuangan

Pengamat: BBM Bersubsidi Musuh Bersama

Senin, 2 April 2012 | 07:28 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, menilai, bahan bakar minyak bersubsidi adalah musuh bersama. Untuk itu, ia berharap pemerintah mau memperketat penggunaan BBM bersubsidi dengan sejumlah cara.

"Pengalihan penggunaan BBM ke bahan bakar gas (BBG) di sektor transportasi darat tak bisa ditunda lagi," ujar Djoko kepada Kompas.com, Minggu (1/4/2012).

Ia menyebutkan, kondisi angkutan umum harus dibuat senyaman  kendaraan pribadi. Subsidi BBM harus diberikan untuk angkutan umum. Namun, hal ini tidak boleh dilakukan untuk kendaraan pribadi. "Naikkan harga BBM untuk kendaraan pribadi, berikan subsidi buat angkutan umum," tambah Djoko.

Menurut dia, pengetatan konsumsi BBM bersubsidi harus dilakukan karena selama ini kendaraan pribadi yang mengonsumsi BBM bersubsidi 93 persen. Sepeda motor mengambil porsi 40 persen, sedangkan mobil 53 persen.

"Persentase pengguna BBM bersubsidi pun oleh transportasi darat mungkin pesat dalam satu tahun terakhir. Semula 89 persen dari kuota 38,38 juta kiloliter pada 2010 menjadi 97,33 persen dari kuota 41,78 juta kiloliter pada 2011," pungkas Djoko.


Penulis: Ester Meryana
Editor : Erlangga Djumena