Hobi Corat-Coret Seru Lho! - Kompas.com

Hobi Corat-Coret Seru Lho!

Kompas.com - 22/06/2012, 03:57 WIB

Cat dinding beraneka warna berserakan di atas rumput yang telah diberi alas. Sementara beberapa pemuda dengan serius tapi santai mengoleskan cat ke dinding tripleks yang disiapkan untuk mural di halaman Bentara Budaya Jakarta, Rabu (20/6) sore.

Pada salah satu papan, Rudi Purwanto terlihat asyik menorehkan warna merah muda ke atas papan. Warna itu berdampingan dengan warna coklat di sebuah gambar sepasang kaki.

Di sisi kiri Rudi, Chaidir Anwar tidak kalah serius. Pemuda berkacamata ini membubuhkan warna-warna cerah, seperti biru, merah, dan kuning, pada gambar robot di hadapannya.

Enam jam berlalu, figur-figur berwarna cerah tidak menyisakan ruang kosong di lima lembar dinding tripleks. Dinding yang masing-masing berukuran 122 sentimeter x 244 sentimeter tersebut dipenuhi gambar hasil kreasi Laskar Artup. Mereka merespons tema Art Creativity Technologies yang bertema ”Stop Asking, Show Your Real Action”.

Laskar Artup

MuDAers pernah mendengar Laskar Artup? Menurut juru bicara Laskar Artup, Amy Zahrawaan, komunitas ini merupakan ruang gerak seni. Anggota-anggotanya tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta.

Laskar Artup memang baru terbentuk tahun 2009, tetapi anggotanya aktif berkarya di dalam dan di luar lingkungan kampus. Mereka mulai berkarya di luar kampus kira-kira mulai tahun 2010.

Meskipun beberapa kali menerima proyek membuat mural di bawah jembatan di Jakarta, ternyata mereka bukan hanya menekuni mural. Setiap anggota mempunyai minat berbeda terhadap seni murni. ”Saya berminat ke seni grafis dan komik, teman-teman ada yang berminat ke lukisan sampai seni patung,” papar Amy.

Dari pengalamannya, pemuda yang hobi menggambar itu mendapat banyak manfaat sejak bergabung dengan Laskar Artup. Mereka tidak hanya berkumpul, tetapi juga belajar dan berkarya bersama. ”Kami sekaligus mulai merintis agar siap terjun ke dunia kerja,” ungkapnya.

Belajar dan menghasilkan

Seperti Amy, Rudi yang lebih dikenal dengan nama sapaan Die itu menganggap keikutsertaan di komunitas di kampusnya sebagai kesempatan untuk belajar. Apalagi kesempatan untuk mengaktualisasikan diri lebih besar. ”Kami memang hobi menggambar, jadi syukur-syukur kalau ada proyek, jadi menghasilkan, he-he- he,” katanya sambil tertawa.

Mengingat latar belakang pendidikan di jurusan pendidikan seni rupa, anggota Artup tidak lupa membagi ilmu. Biasanya saat berpameran, mereka juga menggelar workshop.

Chaidir yang di mata teman-temannya punya kesamaan karakter karya dengan Rudi tersenyum. Dia sama sekali tidak terpikir untuk mengejar uang saat mengerjakan proyek yang diterima Laskar Artup. ”Hitung-hitung hobi tapi menghasilkan, itu aja sih,” katanya. Laskar Artup masuk tiga terbaik ”Beautiful Wall” di Institut Kesenian Jakarta pada 12 Maret 2012.

Dia bersama Rudi dan teman-teman telah menorehkan karya di beberapa titik di Jakarta. Misalnya saja di bawah jalan layang di kawasan Dukuh Atas, Pancoran, dan Cawang. ”Seru sih, tapi tetap hati-hati kalau mau bikin mural di dekat perkampungan,” tutur Rudi.

Untuk langkah selanjutnya, mereka membidik galeri-galeri swasta. Mereka ingin menampilkan karya di berbagai galeri. Hanya saja, keinginan itu tidak mudah terwujud sebab galeri swasta lebih selektif dalam memilih karya dan perupa.

Jadi, MuDAers, teman-teman di Laskar Artup yang semuanya hobi corat-coret ternyata bisa mengembangkan diri. Dari hobi corat-coret, mereka belajar berkarya lebih baik dan mulai menghasilkan uang. Seru! (BEE)

Editor

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM