Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Megapolitan

Menyerap Aspirasi Warga ala Basuki

Jumat, 14 September 2012 | 14:41 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Di sela-sela waktu kampanyenya, calon wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyempatkan diri menikmati makan siang sederhana. Basuki memilih makan di warung kaki lima yang berjejeran di belakang Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Ini sudah biasa bagi saya. Saya, kan, anak Geologi (Universitas Trisakti), udah biasa di hutan. Jadi, mau makan di mana pun enggak masalah," kata Ahok, sapaan Basuki, saat ditemui Kompas.com di Warung Soto Betawi di Lapangan Blok S, Jumat (14/9/2012).

Dalam posisi sebagai cawagub, kebiasaan Basuki ini justru membawa keuntungan sendiri. Makan di tempat-tempat yang lebih merakyat membuat mantan Bupati Belitung Timur ini bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat kebanyakan.

Saat makan, Basuki tidak bisa duduk tenang lantaran ada saja warga yang menghampiri untuk sekadar menyalami ataupun berfoto bersama. Bahkan, anak-anak SD Negeri Rawa Barat yang terletak di seberang Lapangan Blok S pun beramai-ramai keluar dari kompleks sekolah untuk menyalami pria yang akrab disapa Ahok itu.

"Bang, Jokowi-nya mana, Bang," tanya seorang siswa SD tanpa ragu yang ditimpali senyum Basuki.

Tidak hanya itu, kebiasaan tersebut bisa mendekatkan dirinya dengan warga dan menyerap secara langsung problem yang dihadapi mereka. Hal itu terlihat pula di Warung Soto Betawi. Seorang pria tiba-tiba datang dan meminta kesempatan untuk duduk di sisi kiri Basuki. Ia lantas mengungkapkan masalahnya ke pasangan Jokowi itu.

"Istri saya sudah lama jadi guru. Tapi, sampai sekarang nggak diangkat (sebagai PNS)," keluh pria yang mengaku sebagai guru itu.

Setelah mendengarkan ceritanya, Basuki lantas menjelaskan kemungkinan masalah dan penyelesaiannya kepada pria tersebut. Keduanya kemudian terlibat obrolan yang cukup lama.

Basuki menyatakan tidak akan mengubah kebiasaan itu. Sebab, dengan cara demikian, ia bisa menimba banyak pelajaran tentang cara pandang warga dan menyerap secara langsung aspirasi masyarakat.

"Kita bisa menyaksikan realitas kehidupan masyarakat dengan cara yang sederhana dan lebih alamiah," kata Basuki.


Penulis: Imanuel More
Editor : Ana Shofiana Syatiri