Minggu, 26 Oktober 2014

News /

LALU LINTAS

Mikro Bus Masuk Jurang, 9 Tewas di Lampung Barat

Sabtu, 15 September 2012 | 03:10 WIB

Bandar Lampung, Kompas - Mikro bus bernomor polisi E 7586 Y tujuan Cirebon-Bengkulu masuk jurang di jalan lintas barat perbatasan Lampung-Bengkulu, Jumat (14/9). Sembilan orang tewas dalam kecelakaan tunggal ini.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Barat Inspektur Satu Ikrar Potawari mengatakan, kecelakaan itu terjadi pada Jumat pukul 10.00 WIB. Kecelakaan ini menewaskan sembilan orang, termasuk sopir. Enam penumpang mengalami luka berat dan lima terluka ringan.

Enam penumpang dilaporkan tewas di lokasi kecelakaan yang berada persis di perbatasan Provinsi Lampung dan Bengkulu itu, sementara tiga lainnya meninggal saat dibawa ke rumah sakit. Semua korban dilarikan ke Puskesmas Nasal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Bus itu masuk jurang sedalam 75 meter di Kilometer 329 jalan lintas barat Sumatera ruas Krui, Lampung Barat-Kaur, Bengkulu. Kondisi mikro bus naas ini rusak parah, kap atau atapnya pun sampai terlepas. Hingga berita ini dibuat kemarin sore, bus ringsek ini belum bisa dipindahkan.

Polisi dan pihak terkait kesulitan memindahkan bangkai bus karena kondisi jurang yang cukup terjal dan keterbatasan alat berat. Lokasi jatuhnya mikro bus ini juga sulit dijangkau karena berada di tengah hutan di kawasan perbukitan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Rawan

Hingga kini belum diketahui pasti penyebab kecelakaan ini. Namun, kecelakaan itu diduga akibat faktor kelalaian manusia. ”Sopir out of control (kehilangan kontrol) kendaraannya saat membelok menuruni tikungan dengan kecepatan tinggi. Lokasi kecelakaan ini persis di tikungan curam,” tutur Ikrar.

 Kepala Subbagian Perencanaan dan Administrasi Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung Komisaris Mujiono mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim khusus ke lokasi kecelakaan bersama Jasa Marga. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tragis tersebut.

Ikrar mengakui, selain rawan longsor, wilayah ini memang rawan kecelakaan. Berdasar pantauan Kompas melintasi jalur ini, selain markah dan penerangan jalan yang minim, jalan di jalur ini juga dipenuhi tanjakan curam dan berkelok-kelok. Jalan dipenuhi lubang dan aspal mengelupas.

Di Jawa Timur, tepatnya di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, selama tiga hari terakhir, sedikitnya lima kecelakaan terjadi. Dua kejadian di antaranya dipicu pengendara dalam kondisi mabuk. (JON/ACI)


Editor :