Selasa, 2 September 2014

News / Megapolitan

Perampok Gasak Pegadaian, Kerugian Rp 10 Miliar

Rabu, 7 November 2012 | 00:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kantor-kantor Pegadaian di wilayah Jakarta telah lima kali menjadi sasaran perampokan sepanjang tahun ini. Dalam lima peristiwa tersebut, nilai barang dan uang yang digasak komplotan perampok hampir mencapai Rp 10 miliar.

"Nilai total keseluruhan dalam empat kasus sebelumnya Rp 7,7 miliar. Kalau ditambah Rp 2,2 miliar dalam kejadian di Cipete kemarin, total jadi Rp 9,9 miliar," terang Matsuni, Kepala Bagian Humas Kanwil Pegadaian DKI Jakarta, saat dihubungi wartawan, Selasa (6/11/2012) malam.

Sebelum peristiwa di Cipete, Jakarta Selatan, perampokan kantor Pegadaian telah terjadi sebanyak empat kali. Kejadian pertama terjadi di kantor Pegadaian di Jalan Raya Lenteng Agung pada 8 Maret 2012. Setelah itu, giliran kantor Pegadaian di Jalan Suci, Ciracas, yang disatroni pada 27 Juli 2012.

Pada 28 September 2012, giliran kantor Pegadaian Unit Antam di Jalan Raya Tanjung Barat yang menjadi sasaran. Setelah itu, kantor Pegadaian yang berlokasi di Jalan Poltangan Raya, Tanjung Barat, yang didatangi kawanan perampok. Ia menegaskan, meskipun menjadi sasaran perampokan, minat nasabah untuk mendatangi Pegadaian tidak berkurang, malah meningkat.

Hal ini disebabkan nasabah tidak mengalami kerugian akibat perampokan-perampokan tersebut. Pihak Pegadaian tetap mengganti seluruh barang yang dirampok. "Ada ganti rugi berupa uang sesuai nilai yang digadai," ujar Matsani.

Yang justru mengalami kerugian adalah Pegadaian. Alasannya, walaupun barang-barang yang digadaikan telah diasuransikan, klaim atas kehilangan pada pihak asuransi tidak bisa digantikan seutuhnya.

"Semuanya sudah diasuransikan, tetapi klaimnya tidak 100 persen," tambah Matsani.

Untuk menghindarkan terjadinya kasus serupa pada kantor Pegadaian lain, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan pihak kepolisian. Kerja sama dalam bidang pengamanan tersebut diharapkan bisa terealisasikan pada pertengahan bulan ini.


Penulis: Imanuel More
Editor : Hindra