Jumat, 19 September 2014

News / Megapolitan

Polisi Bantah Rangga Saksi Mata Insiden BMW Rasyid

Kamis, 3 Januari 2013 | 15:49 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Rangga Nugraha yang mengaku menjadi saksi mata insiden BMW maut Rasyid Amrullah Rajasa (22) menyebut bahwa dia tidak melihat mobil Daihatsu Luxio saat membantu Rasyid membawa korban. Namun, keterangan berbeda dikeluarkan pihak kepolisian.

Polisi memastikan bahwa dalam kasus kecelakaan maut antara BMW X5 dan Daihatsu Luxio di Tol Jagorawi pada Selasa (1/1/2013), sopir Daihatsu Luxio tidak melarikan diri.  

"Dari olah TKP, Mobil Luxio tersebut terseruduk dari belakang, goyang, pintunya terbuka, dan sempat menjauh sekitar 50 meter karena (sopir) harus menstabilkan dulu sebelum berhenti mendadak. Jika tidak, akan terguling," terang Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Kamis (3/1/2013).

Selain itu, Rikwanto juga menegaskan bahwa tidak ada saksi yang bernama Rangga Nugraha dalam kasus kecelakaan tersebut.

"Yang bilang dia (Rangga) saksi siapa? Yang bilang kan dia sendiri. Nanti saya bikin Twitter juga, saya ngarang sendiri," sanggah Rikwanto.

Rangga Nugraha dalam keterangannya di sebuah media online mengaku menolong korban dan membawa dengan mobilnya ke RS UKI. Rangga diyakini sebagai saksi kunci berdasarkan "kicauannya" di Twitter.

Lebih lanjut, Rikwanto mengatakan bahwa media jangan terpengaruh dengan isu-isu yang beredar sebelum mengecek kebenarannya.

"Jangan terpengaruh ya dengan yang begini (kesaksian Rangga). Kok dia seolah-olah lebih tahu dari polisi. Kenapa dia enggak datang ke pos polisi aja," kata Rikwanto.

Sejauh ini, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang, yang terdiri dari 1 tersangka dan 13 saksi. Tersangka ialah Rasyid sendiri, sementara para saksi terdiri dari:
1. Frans Jonar Sirait (sopir Daihatsu Luxio).
2. Enung (korban luka-luka).
3. Supriyati (korban luka-luka).
4. Eman (suami Enung).
5. Prilla Kinarti (pacar Rasyid).
6. Ipda Suhadi (anggota Polres Jakut, yang kebetulan lewat saat kejadian).
7. Bripka Cahyadi (anggota PJR).
8. Brigadir Dedi (anggota PJR).
9. Aiptu Endang (anggota Laka Lantas Polres Jaktim).
10. Unggul (petugas Jasa Marga).
11. Komang (petugas jalan tol).
12. Momon (petugas mobil derek).
13. Ny Harun (istri salah satu korban meninggal, Harun).

Menurut penjelasan Rikwanto, tidak lama setelah kejadian, Rasyid dan Frans keluar dari mobil dan saling membantu menyelamatkan para korban, kemudian datang Ipda Suhadi yang kebetulan melintas.

Ipda Suhadi kemudian menghubungi petugas PJR (Bripka Cahyadi dan Brigadir Dedi) serta anggota Polres Jaktim Aiptu Endang. Selanjutnya, para pihak keamanan yang dihubungi tersebut tiba dengan disertai mobil derek dan ambulans.

 


Penulis: Alsadad Rudi
Editor : Ana Shofiana Syatiri