Jumat, 31 Oktober 2014

News / Megapolitan

Deretan Mobil Mewah Pengantar Rasyid Rajasa

Senin, 7 Januari 2013 | 16:07 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Waktu menunjukkan pukul 14.20 WIB saat mobil Vellfire B 1785 PFA memasuki halaman gedung Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2013). Tepat di depan serambi gedung, mobil mewah itu berhenti.

Sesaat kemudian keluar dari pintu tengah mobil sosok berambut putih yang sudah dikenal masyarakat, Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Mengenakan kemeja batik coklat dan celana bahan, ia diikuti isterinya yang mengenakan kerudung dan baju putih. Menyusul di belakang keduanya putra mereka, M Rasyid Amrullah (22), yang mengenakan kemeja putih lengan panjang.

Antrean mobil lain berderet di belakang Vellfire, yakni Toyota Fortuner B 2036 RFS, Alphard B 232 RVS, dan Mazda Infiniti B 1814 SMY. Semua mobil mewah itu hadir di Ditlantas Polda dengan satu tujuan, mengantar Rasyid yang akan menjalani pemeriksaan terkait kecelakaan pada Selasa (1/1/2013) pagi di Jalan Tol Jagorawi Km 3+350.

"Siang ini saya mengantarkan putra kami untuk mengikuti pemeriksaan sesuai proses hukum yg berlaku di tanah air," kata Hatta di pintu masuk gedung.

Ini bukan pemandangan biasa. Sejak jam 14.00 WIB, beberapa petugas terlihat telah berdiri mengatur lalu lintas di sekitar flyover Pancoran arah Cawang, di depan kantor Ditlantas Polda. Saat rombongan yang mengantar tersangka itu tiba, mereka disambut oleh AKBP Sudarmanto, Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Dirlantas.

Dari proses awal ini terlihat bahwa kasus ini istimewa. Kehadiran puluhan awak media yang berdesakan di pintu gedung pun menunjukkan kasus ini menjadi perhatian khusus. Keistimewaan kasus kecelakaan ini tersirat dalam ucapan Sudarmanto yang menyebut Hatta sebagai seorang negarawan.

"Pak Hatta telah menunjukkan sikap negarawan yang bijaksana yang mengantar putranya yang sedang bermasalah," ujar Sudarmanto.

Meski demikian, keistimewaan kasus ini, kenegarawanan Hatta Rajasa, deretan mobil mewah yang mengantar Rasyid, diharapkan tidak menjadikan adanya perlakuan istimewa bagi tersangka. Dua nyawa dan tiga orang cedera bukan nilai murah untuk mendapatkan keistimewaan proses hukum.


Penulis: Imanuel More
Editor : Ana Shofiana Syatiri