Minggu, 26 Oktober 2014

News / Megapolitan

Akhirnya Air Kali Pakin Mengalir

Minggu, 3 Maret 2013 | 19:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang Kali Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (3/3/2013) sore. Puluhan warga berjejeran di sepanjang bantaran kali untuk menikmati situasi dan pemandangan yang tidak biasa di lokasi bekas lahan gusuran itu di sore hari.

Laki-laki, perempuan, tua-muda, dan anak-anak menyatu di sepanjang jalur yang sudah dicor semen untuk dijadikan jalan inspeksi. Masing-masing punya alasan berbeda untuk menjelaskan keberadaan mereka di situ.

"Akhirnya bisa lihat air Kali Pakin mengalir. Biasanya, kayak genangan yang enggak bergerak," kata Hasyim, warga RT 07 RW 07 Penjaringan yang ditemui Kompas.com di tepi Kali Pakin. Hasyim datang bersama istrinya, Sutina, untuk menikmati pemandangan yang tidak lazim menurut keduanya.

Daya tarik utama situasi baru di lokasi tersebut bagi Hasyim adalah melihat sungai mengalir. Mengaku datang dari Madiun, Jawa Timur, pada 2004, Hasyim mengaku baru melihat air Kali Pakin berfungsi normal sebagaimana seharusnya sebuah sungai. "Senang aja akhirnya bisa ngalir juga kali ini. Biar warnanya hitam, tapi jadi menarik karena airnya bisa ngalir kayak sungai di kampung saya," tambah Sutinah.

Sutinah mengungkapkan, kali yang mengarah ke Waduk Pluit itu sebelumnya sangat kotor. Air yang berwarna hitam pekat tidak terlihat bergerak lantaran dikepung tumpukan sampah. Lagi pula, sulit untuk melihat kondisi kali selapang saat ini, lantaran di sepanjang kiri-kanan bantaran berjejer rumah-rumah warga.

Motivasi berbeda dimiliki Sally (14). Menurut pelajar SMP ini, daya tarik utama Kali Pakin saat ini adalah lapangnya kondisi sepanjang bantaran. Lingkungan yang dipadati pemukiman yang sangat rapat di sekelilingnya membuat keberadaan lahan terbuka yang lapang sangat bermanfaat untuk melepas penat. "Enakkan di sini, tempatnya luas dari pada di rumah panas dan sumpek," kata warga RT 08 RW 07 Penjaringan itu.

Tak berbeda jauh dengan Sally, seorang ibu tiga anak yang mengaku bernama Wati, mengaku datang ke bantaran kali karena anak-anaknya bisa bebas bermain di lokasi tersebut. Lokasi rumahnya yang terletak di pemukiman padat tidak membuat anak-anaknya leluasa bermain sebagaimana yang terlihat di sepanjang Jalan Pakin. "Lagian di sini ramai. Sambil awasi anak-anak bermain bisa ngobrol sama ibu-ibu yang lain," ujar Wati.

Pemerintah Kota Jakarta Utara telah menertibkan rumah-rumah penduduk yang berada di sepanjang tepi Kali Pakin. Pada Senin (25/2), penertiban dilakukan pada rumah-rumah yang berada di Jalan Pakin, di sisi selatan kali. Empat hari kemudian giliran rumah-rumah di Jalan Bakti, sisi utara kali yang ditertibkan. Penertiban langsung diikuti dengan pembenahan jalan yang akan dijadikan jalur alternatif menuju Pluit. Untuk selanjutnya, akan dipasang lampu taman di sepanjang jalur tersebut. Proyek ini merupakan bagian dari program normalisasi Waduk Pluit.


Penulis: Imanuel More
Editor : A. Wisnubrata