Sabtu, 26 Juli 2014

News /

TRANSPORTASI

APTB Bogor-Rawamangun Diluncurkan

Rabu, 6 Maret 2013 | 03:32 WIB

Jakarta, Kompas - Hari ini, Rabu (6/3), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, akan meluncurkan angkutan perbatasan terintegrasi bus transjakarta rute Rawamangun-Bogor yang berjarak tempuh sekitar 52 kilometer.

”Bus ini mengintegrasikan transportasi dari Terminal Baranangsiang dan Bubulak di Bogor menuju Terminal Rawamangun. Dengan APTB (angkutan perbatasan terintegrasi bus transjakarta) ini, warga Bogor bisa meninggalkan mobil pribadi,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono, Selasa.

APTB Rawamangun-Bogor ini terintegrasi dengan bus transjakarta Koridor IV (Pulogadung- Dukuh Atas) dan Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit). APTB ini dioperasikan PT Sinar Jaya Megah Langgeng dengan kekuatan 10 kendaraan.

APTB Rawamangun-Bogor juga melengkapi empat rute APTB lain yang sudah beroperasi, yaitu rute Pulogadung-Bekasi, Poris Plawad-Grogol, Ciputat-Kota, dan Cibinong-Grogol.

Belum terkoordinasi

Rencana ini disambut baik oleh para pekerja komuter. Anne (20), warga Bogor Barat yang bekerja di Kuningan, Jakarta, misalnya, merasa terbantu dengan APTB ini.

Menurut dia, posisi APTB dari Terminal Bubulak memudahkannya karena hanya perlu satu kali naik angkutan kota dari rumahnya. Namun, dia masih akan melihat waktu operasional APTB tersebut. Tarifnya yang Rp 12.000 dirasa masih mahal.

Berdasarkan pantauan Kompas di Bogor, rencana ini belum terkoordinasi dengan baik.

Hingga kemarin, rencana peluncuran APTB Rawamangun- Bogor ini belum diketahui secara rinci oleh Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor. Oleh karena itu, mereka juga belum membuat persiapan di Terminal Bubulak yang akan menjadi perhentian. Dia mengaku hanya mengetahui rencana itu dari selebaran.

”Saya belum mendapat surat resmi. Hanya tahu Gubernur DKI Jakarta akan meluncurkan program itu pada 6 Maret. Jumlah armadanya berapa, saya juga tidak tahu,” kata Kepala DLLAJ Kota Bogor Suharto.

Suharto merasa APTB dibutuhkan warga Bogor. Apalagi sejak trayek Bogor yang melintasi UKI Cawang dihentikan pada 2009, banyak pekerja komuter Bogor-Jakarta mengeluh. Mereka akhirnya beralih ke mobil omprengan Ciawi-Cawang.

”Prinsipnya, kami setuju, tetapi operasionalnya harus dibicarakan lagi. Tidak bisa dadakan. Kami belum sempat berbicara dengan operator bus,” tuturnya.(FRO/GAL)


Editor :