Sabtu, 30 Agustus 2014

News / Megapolitan

Ditlantas: Polisi Pungli, di Jakarta Juga Ada

Selasa, 9 April 2013 | 17:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menanggapi kasus polisi yang kedapatan memalak turis di Bali, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memang mengakui masih ada anggota di lapangan yang sering melakukan pungutan liar (pungli) pada masyarakat.

"Kami sangat prihatin atas kejadian itu. Tapi saya akui juga di Jakarta masih ada oknum polisi seperti itu," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Sambodo Purnomo di depan Istana, Selasa (9/4/2013).

Ditlantas Polda Metro Jaya, ujar Sambodo, selalu membuka diri kepada masyarakat untuk melaporkan oknum polisi yang melakukan pungli dengan meminta uang damai kepada masyarakat. Menurutnya, tindakan oknum polisi tersebut sangat mencoreng citra kepolisian yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kendati demikian, menurut Sambodo, polisi masih sulit bersikap jika masyarakat sendiri yang meminta jalan damai. Terkadang, para pengguna jalan yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas justru meminta jalan damai agar masalahnya cepat selesai tanpa melalui proses sidang.

"Kalau misalnya kesepakatan itu dimulai dari masyarakat, kita mau bilang apa?" ucap Sambodo.

Pihak Ditlantas Polda Metro Jaya, kata Sambodo, mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan hal tersebut. Apabila ada oknum polisi yang kedapatan melakukan pungutan liar dan semacamnya, Sambodo berharap agar masyarakat segera melapor langsung.

Kepolisian menyediakan call center melalui SMS 1717 bagi masyarakat yang ingin melaporkan oknum polisi pelaku pungli.

Sebelumnya, di Youtube tersebar video seorang oknum polisi di Bali yang kedapatan meminta uang "damai" kepada turis asal Belanda di Bali karena melanggar lalu lintas dengan tidak mengenakan helm.


Penulis: Norma Gesita
Editor : Ana Shofiana Syatiri