Sabtu, 1 November 2014

News /

LINGKUNGAN

Pelebaran Sungai Ciliwung Dimulai

Rabu, 17 April 2013 | 03:13 WIB

Jakarta, Kompas - Sosialisasi pelebaran Sungai Ciliwung telah dimulai di sejumlah kelurahan di Jatinegara, Jakarta Timur, yang dilewati sungai itu. Menurut rencana, sosialisasi itu akan dilanjutkan dengan pematokan untuk menandakan area yang terkena pelebaran sungai pada pekan keempat bulan April ini di kawasan Kampung Pulo, Kampung Melayu.

Camat Jatinegara Sofyan, Selasa (16/4), mengatakan, awal April telah dilaksanakan sosialisasi hal itu di beberapa kelurahan di Jatinegara, meliputi Kelurahan Kampung Melayu dan Bidaracina. Dalam sosialisasi itu kembali dijelaskan pelebaran Sungai Ciliwung yang akan dilaksanakan oleh pemerintah.

”Sebetulnya ini program lama. Namun, akan dimulai aksinya bulan ini,” katanya.

Dalam sosialisasi itu, kata Sofyan, dijelaskan pemerintah akan melebarkan badan Sungai Ciliwung selebar 35 sampai 50 meter dari tengah badan sungai. Itu masih ditambah lagi selebar 7,5 meter untuk trase kering.

Total sementara ini ada 1.200 keluarga di Kecamatan Jatinegara yang rumahnya harus digusur untuk pelebaran sungai tersebut.

Pada pekan depan, kata Sofyan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai melaksanakan pematokan sekaligus pengukuran rumah warga yang terkena proyek pelebaran sungai itu. Namun, untuk masalah nilai ganti rugi tanah masih akan menunggu perhitungan dari tim appraisal (penilai).

”Pematokan pekan depan diprioritaskan di Kampung Pulo sampai daerah dekat Matraman,” katanya.

Selain Jatinegara, menurut Sofyan, sosialisasi juga telah dilaksanakan di Kecamatan Kramatjati dan Kecamatan Tebet di Jakarta Selatan. Pasalnya, proyek pelebaran Sungai Ciliwung akan dimulai dari pintu air Manggarai sampai kawasan Jalan TB Simatupang.

Rencana pelebaran Sungai Ciliwung itu pun disambut baik sebagian warga Kampung Pulo. Salah satunya Usep, Ketua RT 004 RW 003 ini mengaku ingin segera direlokasi karena tempat tinggalnya sudah kerap kali terendam banjir.

”Inginnya segera dipindah. Namun, harus dibicarakan juga ganti rugi tanah tempat tinggal kami ini,” ucapnya.

Kerja sama

Sementara itu, seusai menghadiri Hari Ulang Ttahun ke-61 Komando Pasukan Khusus di Markas Kopassus, Cijantung, Jaktim, Gubernur DKI Joko Widodo menyampaikan akan menggandeng Kopassus untuk membersihkan Sungai Ciliwung. Kopassus akan menjadi pendorong untuk menggerakkan masyarakat agar peduli terhadap kebersihan Sungai Ciliwung.

”Yah, kenyataannya, kesadaran warga sipil masih rendah. Sampah Jakarta yang diangkut dari sungai sampai 2.000 ton per hari. Makanya perlu didorong, bersama Kopassus,” katanya.

Saat ini, kata Jokowi, Pemprov DKI bersama Kopassus sudah memulai kerja sama membersihkan Sungai Ciliwung itu dengan inventarisasi lapangan. Kemudian akan dibuat program pembersihan Sungai Ciliwung, baru dilanjutkan dengan pekerjaan.

Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal Agus Sutomo menjelaskan, kerja sama Kopassus dengan Pemprov DKI untuk membersihkan Sungai Ciliwung sudah dijajaki dua pekan ini. Pemprov DKI sudah memberikan bantuan berupa alat pengolahan sampah.

”Selain Jakarta, kami juga menjajaki kerja sama dengan pemerintah Bogor dan Tangerang yang daerahnya dilintasi Sungai Ciliwung. Jadi pembersihan Ciliwung itu dilaksanakan mulai dari hulu, bekerja sama dengan pemerintah setempat,” ujarnya.

Setidaknya sudah satu tahun ini, kata Agus, Kopassus berupaya membersihkan badan Sungai Ciliwung yang ada di belakang Markas Kopassus sepanjang 5 kilometer. Kegiatan itu dijalankan dengan kegiatan membersihkan sungai setiap Jumat, dan penghijauan bantaran sungai setiap Sabtu. (MDN)


Editor :