Kamis, 27 November 2014

News / Megapolitan

Festival

Parade Budaya Meriahkan Pembukaan Jakarta Fashion and Food Festival

Kamis, 9 Mei 2013 | 21:55 WIB

 

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Parade busana, kesenian, dan kebudayaan Indonesia memeriahkan pembukaan Jakarta Fashion and Food Festival di Sentra Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (9/5/2013) malam.

Acara bertajuk "Gading Nite Carnival" ini menjadi pembuka rangkaian festival yang akan berlangsung hingga 26 Mei 2013.

Karnaval fesyen Jember (Jember Fashion Carnaval) mengawali parade Gading Nite Carnival (GNC) dengan tema Madura.

Para pementas berjalan di melewati panggung tamu dan melintasi jalanan utama dari La Piazza menuju Hotel Harris di kawasan Kelapa Gading.

Pada sekuen berikutnya, peserta menampilkan mobil hias, kesenian, dan budaya khas Betawi.

Kemudian disusul sekuen makanan yang menampilkan berbagai macam kue tradisional dan kuliner asli Indonesia.

Ada pula pentas busana dan kostum hasil karya siswa sekolah-sekolah mode di Indonesia.

Rangkaian peserta berikutnya mengangkat tema Indonesia Tengah dan Indonesia Timur.

Pada sekuen ini peserta menampilkan tari, kostum, topeng, dan budaya Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Kemudian rangkaian bertajuk "Barbie Flagship Store di Mal Kelapa Gading", superhero, serta kelompok fauna.

Perhelatan kali ini merupakan yang kesepuluh sejak pertama kali digelar tahun 2004.

Parade GNC dimeriahkan oleh 500 peserta dan dihadiri Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, pejabat di lingkungan Dinas Pariwisata DKI Jakarta, serta Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Johanes Mardjuki.

Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) merupakan perayaan mode dan kuliner tahunan yang berupaya mengangkat reputasi Jakarta sebagai pusat mode dan belanja. Acara ini juga berupaya memajukan industri kuliner dan boga Tanah Air.

Ada pula Kampoeng Tempo Doeloe yang menampilkan aneka makanan. Ajang ini diisi sekitar 80 stan dengan 100 makanan yang seluruhnya merupakan usaha kecil menengah di bidang kuliner.

Sejumlah pihak terlibat dalam acara ini, antara lain Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), Yayasan Batik Indonesia, dan perusahaan media.

Dalam sambutannya, Mari Elka Pangestu dan Basuki Tjahaja Purnama berharap acara ini bisa mengangkat Jakarta sekaligus Indonesia melalui industri berbasis budaya.

Terlebih Indonesia memiliki potensi penduduk, budaya, dan produk industri kecil menengah yang berlimpah.

Ketua JFFF, Soegianto Nagaria menambahkan, sebagai ajang rutin, peserta dan produk yang ditampilkan di JFFF diseleksi dalam proses sebelumnya. Sebagian pementas busana, misalnya, adalah pemenang pada ajang Jember Fashion Carnaval. "Kami berambisi menjadikan acara ini sebagai ajang yang diakui dunia," ujarnya.

 

 


Penulis: Mukhamad Kurniawan
Editor : Tjahja Gunawan Diredja