Sabtu, 30 Agustus 2014

News / Megapolitan

Warga Waduk Pluit: Jokowi Bohong, Rusun Penuh Semua

Minggu, 19 Mei 2013 | 12:10 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Waduk Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mempertanyakan keberadaan rumah susun pengganti rumah mereka sebagiamana dijanjikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Menurut warga, jumlah rusun yang ada saat ini tidak akan cukup menampung ribuan warga di Waduk Pluit.

"Mau pindah ke rusun, sekarang rusunnya mana? Gubernurnya bohongan, orang rusunnya sudah penuh semua," kata Fatimah (45), salah satu warga Waduk Pluit di Blok G, RT 19/RW 17, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (19/5/2013).

Fatimah mengatakan, selain soal ketidakjelasan rusun itu, warga waduk Pluit juga menolak pindah karena lokasi tempat tinggal yang telah mereka tempati selama puluhan tahun itu memudahkan mereka mencari nafkah. Ia mengatakan, warga akan sulit bekerja bila dipindahkan ke lokasi lebih jauh, seperti di Rusun Marunda.

"Kalau dipindah di rusun, misalnya ada, pindahnya maunya di dekat-dekat sini aaja. Ibu sudah nyatu cari makannya di sini. Tapi ini kan rusunnya juga sudah enggak ada, warga segini banyaknya mau dipindahin di mana?" ujar Fatimah.

Fatimah mengatakan sudah puluhan tahun berjualan di kawasan itu. Warung itu sudah tergolong lengkap karena ia bisa berjualan berbagai jenis produk. "Kemarin jualan di trotoar sudah banyak langganan, enak di situ, tapi sekarang enggak boleh. Sudah kayak warung lengkap, jual pulsa, HP, tapi sekarang cuma jualan kopi diseduh saja," katanya.

Dalam berbagai kesempatan, Jokowi menyatakan akan memindahkan warga yang tinggal di bantaran Waduk Pluit ke rumah susun yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemprov DKI sudah menyiapkan lahan seluas 2,5 hektar di Muara Baru dan 6,4 hektar di Luar Batang, Jakarta Utara, sebagai lokasi pembangunan rusun. Sebelumnya, sebagian warga Waduk Pluit telah dipindahkan ke Rusun Marunda, Jakarta Utara.

 


Penulis: Robertus Belarminus
Editor : Laksono Hari W