Kamis, 31 Juli 2014

News / Megapolitan

Lingkungan

Parah, Tingkat Pencemaran Waduk Pluit

Kamis, 23 Mei 2013 | 13:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Upaya Perusahaan Air Minum DKI Jakarta (PAM Jaya) untuk menyuling air Waduk Pluit menjadi air bersih terhambat. Sebab, tingkat pencemaran Waduk Pluit sangat parah.

Demikian kata Sabudin, salah seorang staf PAM Jaya, saat ditemui Kompas di Rumah Susun Sewa Waduk Pluit (Muara Baru), Jakarta Utara, Kamis (23/5/2013).

"Sudah tiga hari kami di sini untuk menyuling air Waduk Pluit menjadi air bersih untuk kebutuhan warga di Rusun Waduk Pluit. Namun, hingga kini kami baru bisa mencapai tingkat kejernian air. Dari baunya, air sulingan itu masih berbau menyengat," ujar Sabudin.

Tujuan penyulingan air Waduk Pluit menjadi air bersih untuk keperluan warga di Rusun Waduk Pluit. Pasalnya, hingga sekarang di Rusun Waduk Pluit belum ada instalasi air bersih.

Sabudin menjelaskan, pihaknya baru pertama kali menyuling air dari waduk untuk dijadikan air bersih. Beberapa bulan yang lalu saat terjadi banjir di Jakarta, pihaknya pernah menyuling air banjir menjadi air bersih.

Upaya itu bisa dilakukan dalam satu hari atau sekali percobaan.

Berdasarkan pantauan Kompas, air Waduk Pluit berwarna hitam pekat, berbau tak sedap, dan dipenuhi sampah. Melihat kondisi itu, wajar bila upaya penyulingannya sedikit merepotkan.

Sabudin menuturkan, nanti bila air hasil sulingan itu telah memenuhi standar air bersih, air itu bisa dimanfaatkan warga untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, masak, dan minum.

"Air bersih itu standar pH sekitar 7,5 dan sisa klorin sekitar 0,2. Nantinya, bila air tersebut sudah memenuhi tingkat kejernihan dan tidak berbau, kami akan uji di laboratorium untuk memenuhi standar pH dan sisa klorin untuk air bersih. Bila semuanya terpenuhi, barulah air itu bisa digunakan warga," ujar Sabudin.

Sementara itu, untuk keamanan, pihak PAM Jaya membawa kembali perangkat instalasi pengelolaan air minum/bersih atau WTP/IPA micro hydraulic mobile.

Sebab, beberapa hari lalu, pipa penyambung instalasi air dari Waduk Pluit ke perangkat itu hilang dipotong. PAM Jaya bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk menyediakan perangkat itu.

 


Penulis: Adrian Fajriansyah
Editor : Tjahja Gunawan Diredja