Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Basuki Rombak Bappeda DKI karena Banyak SKPD "Buta" Anggaran

Kompas.com - 11/12/2015, 16:02 WIB
Kurnia Sari Aziza

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merombak pejabat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI.

Basuki memindahkan banyak pejabat Bappeda DKI untuk masuk ke dalam satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya. Hal ini disebabkan karena banyak SKPD yang tidak tahu cara menyusun anggaran. 

"Umumnya anak-anak yang pintar, tahu aturan, bisa membuat rencana anggaran itu ditaruh di Bappeda. Umumnya pegawai Bappeda itu pintar dan rajin, tapi enggak pernah keluar dari Bappeda," kata Basuki, saat melantik pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Jumat (11/12/2015). 

Contoh SKPD yang tidak bisa menyusun anggaran seperti Dinas Olahraga dan Pemuda DKI (Disorda) DKI serta PKK.

"Makanya saya sebar orang Bappeda (ke SKPD DKI) untuk menyusun anggaran. Besar harapan saya, Bapak Ibu bekerja baik untuk mengelola anggaran. Kalau masih ada pejabat yang mengikuti paradigma lama, terpaksa kami jadikan staf," kata Basuki. 

Basuki telah memindahkan beberapa pejabat Bappeda DKI ke Dinas Sosial, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, serta Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI.

Hari ini, Basuki melantik sebanyak 16 pejabat eselon III dan IV. Beberapa pejabat yang dilantik seperti Andriansyah sebagai Kepala Bidang Perencanaan Pemerintah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI.

Kemudian Anang Sulistiadi menjadi Kepala Suku Dinas Gedung Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Seribu dan Tola Toharu sebagai Kepala Suku Bidang Kantor Perencanaan Lingkungan Hidup Jakarta Timur.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi: 12 Orang yang Ditangkap Edarkan Narkoba Pakai Kapal Laut dari Aceh hingga ke Batam

Polisi: 12 Orang yang Ditangkap Edarkan Narkoba Pakai Kapal Laut dari Aceh hingga ke Batam

Megapolitan
Ragam Respons Jukir Liar Saat Ditertibkan, Ada yang Pasrah dan Mengaku Setor ke Ormas

Ragam Respons Jukir Liar Saat Ditertibkan, Ada yang Pasrah dan Mengaku Setor ke Ormas

Megapolitan
Siang Ini, Kondisi Lalu Lintas di Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Tak Lagi Macet

Siang Ini, Kondisi Lalu Lintas di Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Tak Lagi Macet

Megapolitan
Cara Lihat Live Tracking Bus Transjakarta di Google Maps

Cara Lihat Live Tracking Bus Transjakarta di Google Maps

Megapolitan
Larangan 'Study Tour' ke Luar Kota Berisiko Tinggi, Tuai Pro Kontra Orangtua Murid

Larangan "Study Tour" ke Luar Kota Berisiko Tinggi, Tuai Pro Kontra Orangtua Murid

Megapolitan
Dalam 5 Bulan, Polisi Sita 49,8 Kg Sabu dari 12 Tersangka

Dalam 5 Bulan, Polisi Sita 49,8 Kg Sabu dari 12 Tersangka

Megapolitan
Casis Bintara Jadi Korban Begal di Kebon Jeruk, Jari Kelingkingnya Nyaris Putus

Casis Bintara Jadi Korban Begal di Kebon Jeruk, Jari Kelingkingnya Nyaris Putus

Megapolitan
Keluarga Korban Kecelakaan Siswa SMK Lingga Kencana Berencana Bawa Kasus Donasi Palsu ke Polisi

Keluarga Korban Kecelakaan Siswa SMK Lingga Kencana Berencana Bawa Kasus Donasi Palsu ke Polisi

Megapolitan
Gagal Tes dan Terluka karena Begal, Casis Bintara Ini Tes Ulang Tahun Depan

Gagal Tes dan Terluka karena Begal, Casis Bintara Ini Tes Ulang Tahun Depan

Megapolitan
Indra Mau Tak Mau Jadi Jukir Liar, Tak Tamat SMP dan Pernah Tertipu Lowongan Kerja

Indra Mau Tak Mau Jadi Jukir Liar, Tak Tamat SMP dan Pernah Tertipu Lowongan Kerja

Megapolitan
Casis Bintara Dibegal Saat Berangkat Psikotes, Sempat Duel hingga Dibacok di Tangan dan Kaki

Casis Bintara Dibegal Saat Berangkat Psikotes, Sempat Duel hingga Dibacok di Tangan dan Kaki

Megapolitan
Potensi Konflik Horizontal di Pilkada Bogor, Bawaslu: Kerawanan Lebih Tinggi dari Pemilu

Potensi Konflik Horizontal di Pilkada Bogor, Bawaslu: Kerawanan Lebih Tinggi dari Pemilu

Megapolitan
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian Pria di Kali Sodong Pulogadung

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian Pria di Kali Sodong Pulogadung

Megapolitan
Ladang Uang di Persimpangan Cakung-Cilincing, Dinikmati 'Pak Ogah' hingga Oknum Polisi

Ladang Uang di Persimpangan Cakung-Cilincing, Dinikmati "Pak Ogah" hingga Oknum Polisi

Megapolitan
Jelang Pilkada, Bawaslu Kota Bogor Imbau ASN Jaga Netralitas

Jelang Pilkada, Bawaslu Kota Bogor Imbau ASN Jaga Netralitas

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com