Rabu, 29 Maret 2017

Megapolitan

Tim Advokasi: Sandi "Clear", Tak Terlibat Kasus Penggelapan

Senin, 20 Maret 2017 | 23:30 WIB
KOMPAS.com/NURSITA SARI Tim pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yakni Naufal Firman Yursak, Arifin Jauhari, dan Yupen Hadi menggelar konferensi pers terkait dugaan penggelapan uang dalam penjualan tanah di Tangerang, di Posko Pemenangan Tim Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Keamanan Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Yupen Hadi, mengatakan, Sandiaga tidak terlibat dalam dugaan penggelapan uang penjualan tanah di Jalan Curug Raya, Tangerang, Banten. Dugaan penggelapan itu dilaporkan Djoni Hidayat pada 8 Maret 2017 lewat kuasa hukumnya.

"Bang Sandi pada muatan kasusnya sendiri memang clear tidak ada terlibat sama sekali dalam proses penggelapan itu," ujar Yupen dalam konferensi pers di Posko Pemenangan Tim Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017) malam.

Yupen menyebut Sandiaga akan menghadapi dugaan kasus penggelapan. Dia berharap masyarakat bisa mengetahui posisi Sandiaga dalam kasus tersebut.

"Teman-teman akan diberitahukan langsung baik oleh Bang Sandi, oleh kami, maupun juga nanti dari kepolisian, sebenarnya bagaimana posisi Bang Sandi dalam kasus ini, biar clear," kata dia.



Sandi tidak akan menghadiri panggilan polisi terkait kasus itu pada Selasa besok. Alasanya, Sandiaga telah memiliki jadwal kampanye yang sudah disusun beberapa hari sebelumnya. Sandi juga akan menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) ke KPK.

"Itu adalah agenda yang tidak bisa di-cancel, tidak bisa dibatalkan," ucap Yupen.

Djoni Hidayat melaporkan dugaan penggelapan ini melalui kuasa hukumnya, Fransiska Kumalawati, pada 8 Maret 2017. Sandi dan rekannya Andreas Tjahjadi disebutkan telah melakukan tindak pidana penggelapan saat menjual lahan di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan itu pada 2012.

Penulis: Nursita Sari
Editor : Egidius Patnistik
TAG: