Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 WNA Pantau Pilkada di Kota Bekasi

Kompas.com - 27/06/2018, 11:34 WIB
Dean Pahrevi,
Sabrina Asril

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com - Praktisi pemilu yang merupakan warga negara asing (WNA) memantau jalannya pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di TPS 01 Kecamatan Bekasi Selatan, Pekayon Jaya, Kota Bekasi, Rabu (27/6/2018).

Tommy Siswanto, anggota Panwaslu Kota Bekasi, mengatakan perwakilan negara itu berasal dari Australia, Timor Leste, Myanmar, dan India.

Adapun tujuan para praktisi pemilu tersebut memantau jalannya pesta demokrasi di Indonesia ini ialah untuk melakukan studi banding dan menjadikannya sebagai contoh untuk pemilu di negara mereka.

"Mereka melakukan studi banding yang kemudian akan dijadikan platform untuk menyelenggarakan Pemilu negara mereka masing-masing," kata Tommy.

Baca juga: Di TPS Depok Ini, Warga Lansia Dijemput Mobil Odong-odong

Tommy menambahkan, hadirnya para perwakilan negara ini sebagai program Bawaslu RI yang yang bernama electoral study yaitu memberi informasi seputar pemilu di Indonesia.

"Kehadiran mereka berkaitan dengan program Bawaslu RI. Program electoral study Bawaslu RI di mana kami ingin menyajikan kepada negara tetangga bahwa hari ini kami menyelenggarakan pesta demokrasi," tambah Tommy.

Diketahui, warga negara yang hadir berjumlah 40 orang dan disebar di lima wilayah, yaitu Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Tangerang, dan Serang. Di Kota Bekasi, sendiri terdapat delapan orang yang hadir.

Kompas TV Salah satu TPS di kota Bandung mengusung tema Asian Games.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Junior Tewas Dianiaya Senior di STIP, Keluarga Pelaku Belum Datangi Pihak Korban

Junior Tewas Dianiaya Senior di STIP, Keluarga Pelaku Belum Datangi Pihak Korban

Megapolitan
Sopir Diduga Mengantuk, Mobil Dinas Polda Jabar Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Tol MBZ

Sopir Diduga Mengantuk, Mobil Dinas Polda Jabar Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Tol MBZ

Megapolitan
Toko Pakaian di Pecenongan Terbakar, Pegawai Berhamburan ke Luar Gedung

Toko Pakaian di Pecenongan Terbakar, Pegawai Berhamburan ke Luar Gedung

Megapolitan
Warga yang Buang Sampah Sembarangan di Dekat Lokbin Pasar Minggu Bakal Didenda Rp 500.000

Warga yang Buang Sampah Sembarangan di Dekat Lokbin Pasar Minggu Bakal Didenda Rp 500.000

Megapolitan
Sopir di Tangerang Curi Uang Majikan Rp 150 Juta, Ajak Istri Saat Beraksi

Sopir di Tangerang Curi Uang Majikan Rp 150 Juta, Ajak Istri Saat Beraksi

Megapolitan
Polisi: Kami Butuh Partisipasi Warga untuk Atasi Tawuran

Polisi: Kami Butuh Partisipasi Warga untuk Atasi Tawuran

Megapolitan
Toko Pakaian di Pecenongan Terbakar, Kepulan Asap Putih Bikin Pemadam Kewalahan

Toko Pakaian di Pecenongan Terbakar, Kepulan Asap Putih Bikin Pemadam Kewalahan

Megapolitan
Harapan Masyarakat untuk RTH Tubagus Angke, Nyaman Tanpa Praktik Prostitusi...

Harapan Masyarakat untuk RTH Tubagus Angke, Nyaman Tanpa Praktik Prostitusi...

Megapolitan
Jadwal LRT Jabodebek Terbaru Mei 2024

Jadwal LRT Jabodebek Terbaru Mei 2024

Megapolitan
Nahas, Balita di Matraman Tewas Terperosok ke Selokan Saat Main Hujan-hujanan

Nahas, Balita di Matraman Tewas Terperosok ke Selokan Saat Main Hujan-hujanan

Megapolitan
Proyek Pengembangan Stasiun Tanah Abang Ditargetkan Rampung Akhir 2024

Proyek Pengembangan Stasiun Tanah Abang Ditargetkan Rampung Akhir 2024

Megapolitan
Polisi Bakal Pertemukan Perwakilan Warga Klender dan Cipinang Muara demi Atasi Tawuran di Pasar Deprok

Polisi Bakal Pertemukan Perwakilan Warga Klender dan Cipinang Muara demi Atasi Tawuran di Pasar Deprok

Megapolitan
Ketika Si Kribo Apes Usai 'Diviralkan' Pemilik Warteg karena Bayar Makan Sesukanya...

Ketika Si Kribo Apes Usai "Diviralkan" Pemilik Warteg karena Bayar Makan Sesukanya...

Megapolitan
3 Orang Tewas akibat Kebakaran Kapal di Muara Baru

3 Orang Tewas akibat Kebakaran Kapal di Muara Baru

Megapolitan
PPKUKM Akui Tumpukan Sampah 3 Ton Jadi Faktor Utama Sepinya Lokbin Pasar Minggu

PPKUKM Akui Tumpukan Sampah 3 Ton Jadi Faktor Utama Sepinya Lokbin Pasar Minggu

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com