Salin Artikel

Mobil Pelat Merah Ini Parkir Sembarangan di Trotoar Jalan Sunda Jakpus

Trotoar selebar sekitar 8 meter itu dijadikan tempat parkir belasan sepeda motor serta sebuah mobil berplat merah. Mobil Hiace bernomor polisi B-7636-PPA itu parkir di tengah trotoar. Hal itu membuat sejumlah pejalan kaki kesulitan melintas.

Sekitar 15 menit kemudian, sebuah mobil berpelat merah lainnya bernopol B-7598-PPA juga parkir di trotoar itu. Mobil Hiace tersebut bertulis "Badan Pengawas Tenaga Nuklir".

Kedua mobil itu kemudian meninggalkan lokasi setelah sejumlah penumpang yang mayoritas ibu-ibu dan anak-anak masuk ke dalam mobil.

Selain mobil, setengah badan trotoar itu juga dipenuhi sepeda motor yang parkir liar.

Dodi, seorang pengendara motor, mengatakan ia memilih parkir di trotoar itu karena tempatnya lebih strategis. "Lebih gampang di sini, lagian juga gue parkirnya enggak lama kok," ujar Dodi.

Seorang pemilik sepeda motor lainnya yang enggan disebutkan namanya tampak kesal saat ditanyakan alasannya memarkirkan kendaraannya di trotoar.

"Emang kenapa kalau parkir di sini?" ujar pengendara tersebut sambil pergi.

Saat Kompas.com mendatangani lokasi tersebut, seorang laki-laki paruh baya mengarahkan untuk parkirkan kendaraan di trotoar tersebut. Laki-laki yang mengaku bernama Didik itu mengatakan, tidak akan ada penindakan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta karena jam penindakan telah lewat.

Didik mengatakan, penindakan dimulai pada pagi hingga pukul 12.00. Setelah itu, tidak ada lagi pengawasan oleh petugas.

"Sudah tenang, aman. Kalau pagi sampai jam 12.00 enggak boleh memang, ada petugas Dishub. Kalau dari jam 12.00 sampai malam enggak ada Dishub. Kalau kami sih sudah tahu jam berapa-berapanya (jam pengawasan)," ujar Didik.

Tepat di seberang trotoar tersebut terdapat parkiran Mal Sarinah yang masih kosong.

https://megapolitan.kompas.com/read/2018/07/10/21155071/mobil-pelat-merah-ini-parkir-sembarangan-di-trotoar-jalan-sunda-jakpus

Terkini Lainnya

Pembunuh Wanita Dalam Koper Setubuhi Korban Sebelum Membunuhnya

Pembunuh Wanita Dalam Koper Setubuhi Korban Sebelum Membunuhnya

Megapolitan
Pembunuh Wanita Dalam Koper Tak Dikenakan Pasal Pembunuhan Berencana

Pembunuh Wanita Dalam Koper Tak Dikenakan Pasal Pembunuhan Berencana

Megapolitan
Tak Sadar Jarinya Digigit sampai Putus, Satpam Gereja: Ada yang Bilang 'Itu Jarinya Buntung'

Tak Sadar Jarinya Digigit sampai Putus, Satpam Gereja: Ada yang Bilang 'Itu Jarinya Buntung'

Megapolitan
Pembunuh Wanita Dalam Koper Jadi Tersangka, Dijerat Pasal Pembunuhan dan Curas

Pembunuh Wanita Dalam Koper Jadi Tersangka, Dijerat Pasal Pembunuhan dan Curas

Megapolitan
Korban Duga Pelaku yang Gigit Jarinya hingga Putus di Bawah Pengaruh Alkohol

Korban Duga Pelaku yang Gigit Jarinya hingga Putus di Bawah Pengaruh Alkohol

Megapolitan
Geng Motor Nekat Masuk 'Kandang Tentara' di Halim, Kena Gebuk Provost Lalu Diringkus Polisi

Geng Motor Nekat Masuk 'Kandang Tentara' di Halim, Kena Gebuk Provost Lalu Diringkus Polisi

Megapolitan
Banyak Kondom Bekas Berserak, Satpol PP Jaga RTH Tubagus Angke

Banyak Kondom Bekas Berserak, Satpol PP Jaga RTH Tubagus Angke

Megapolitan
Bukan Rebutan Lahan Parkir, Ini Penyebab Pria di Pondok Aren Gigit Jari Satpam Gereja hingga Putus

Bukan Rebutan Lahan Parkir, Ini Penyebab Pria di Pondok Aren Gigit Jari Satpam Gereja hingga Putus

Megapolitan
PN Jakbar Tunda Sidang Kasus Narkotika Ammar Zoni

PN Jakbar Tunda Sidang Kasus Narkotika Ammar Zoni

Megapolitan
Pelaku dan Korban Pembunuhan Wanita Dalam Koper Kerja di Perusahaan yang Sama

Pelaku dan Korban Pembunuhan Wanita Dalam Koper Kerja di Perusahaan yang Sama

Megapolitan
Pembunuh Perempuan Dalam Koper Curi Uang Rp 43 Juta Milik Perusahaan Tempat Korban Kerja

Pembunuh Perempuan Dalam Koper Curi Uang Rp 43 Juta Milik Perusahaan Tempat Korban Kerja

Megapolitan
Pengemis yang Videonya Viral karena Paksa Orang Sedekah Berkali-kali Minta Dipulangkan dari RSJ Bogor

Pengemis yang Videonya Viral karena Paksa Orang Sedekah Berkali-kali Minta Dipulangkan dari RSJ Bogor

Megapolitan
Mengaku Kerja di Minimarket, Pemuda Curi Uang Rp 43 Juta dari Brankas Toko

Mengaku Kerja di Minimarket, Pemuda Curi Uang Rp 43 Juta dari Brankas Toko

Megapolitan
Kronologi Pria di Pondok Aren Gigit Jari Rekannya hingga Putus, Kesal Teman Korban Ikut Memarkirkan Kendaraan

Kronologi Pria di Pondok Aren Gigit Jari Rekannya hingga Putus, Kesal Teman Korban Ikut Memarkirkan Kendaraan

Megapolitan
Syarat Maju Pilkada DKI Jalur Independen: KTP dan Pernyataan Dukungan Warga

Syarat Maju Pilkada DKI Jalur Independen: KTP dan Pernyataan Dukungan Warga

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke