Salin Artikel

Merawat Sejarah lewat Prangko di Museum TMII...

Di tengah generasi era gadget dan media sosial saat ini, hobi mengoleksi prangko perlahan terkikis.

Namun, sejumlah orang masih menjaga hobi mengoleksi prangko ini.

Tempat-tempat di mana prangko dirawat pun masih ada, salah satunya di Museum Prangko Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Berbicara soal prangko di Indonesia, Museum Prangko TMII menjadi tempat yang spesial.

Di sana, prangko pertama di Indonesia masih tersimpan rapi, bergambar Raja Willem III dari Belanda dan berwarna merah jambu.

Selain itu, perjalanan prangko dari masa ke masa juga ditampilkan di dalam kaca yang ditata mengelilingi bangunan.

Mulai dari sejarah prangko dunia hingga masuk ke Indonesia, proses pembuatan prangko, prangko berdasarkan periode penerbitan (sebelum kemerdekaan dan masa perang kemerdekaan), prangko sesudah kemerdekaan, hingga prangko berdasarkan tema (kebudayaan, pariwisata, flora dan fauna, lingkungan hidup dan kemanusiaan, pramuka, serta olahraga) ada di sana.

"Di sini kami berfokus pada perjalanan prangko di Indonesia," kata Kepala Museum TMII Cadria Aditama ketika ditemui.

"Jadi dari prangko yang pertama kali di Indonesia sampai dengan masa penjajahan, terus lagi lanjut ke kemerdekaan, setelah itu reformasi, berkembang sampai sekarang prangko yang lebih variatif lagi," ujar Cadria.

Ketika dikunjungi Kompas.com pada Sabtu (27/3/2021) siang, Museum Prangko TMII tampak sepi.

Hanya ada dua petugas satpam yang berjaga di sana. Sementara ruangan utama, di mana prangko ditampilkan, kosong pengunjung.

"Kalau selama pandemi, jarang sekali ada pengunjung. Contohnya weekend, hari ini dari pagi sampai siang baru tujuh orang," kata Cadria.

Sebelum pandemi, ketika weekend, lanjut Cadria, jumlah pengunjung bisa sampai 50 orang per hari. Itu belum termasuk rombongan anak sekolah.

Simpan lebih dari 30.000 prangko

Museum Prangko TMII menyimpan lebih dari 30.000 prangko.

"Namun yang ditampilkan itu tidak sampai 1.000 prangko, karena di satu sisi kami menjaga kondisi prangkonya, di sisi lain kami tidak mau memenuhi ruang museum ini terlalu ramai," kata Cadria.

Cadria mengungkapkan, prangko dari harga sen sampai rupiah ada di museum.

"Mulai dari zaman sen, masih belum rupiah ya, itu ada. Harga rata-rata tidak mahal, paling Rp 5.000 hingga 7.000. Ada juga Rp 20.000," ujar dia.

Museum Prangko TMII juga menyimpan berbagai jenis prangko.

"Saya perlu jelaskan juga sebenarnya prangko itu kami punya yang berbentuk souvenir sheet, lalu ada sampul hari pertama (SHP), ada juga mini sheet," kata Cadria.

Upaya museum merawat sejarah

Cadria mengatakan, Museum Prangko TMII terus berupaya merawat sejarah lewat prangko.

"Di era sekarang, saya tidak pungkiri bahwa anak-anak muda zaman sekarang sedikit ya yang mengetahui prangko," kata Cadria.

"Tetapi yang saya alami di museum ini ketika mereka dijelaskan terkait prangko, mereka sebenarnya respek. Kenapa respek? Yang pertama karena nilai sejarah," lanjutnya.

Kedua, kata Cadria, unsur prangko bernilai informasi yang luas karena di dalamnya menggambarkan cerita.

"Ibaratnya gini, tahun ini, kita sedang melakukan vaksinasi Covid-19, maka mereka yang membeli prangko vaksinasi, 20 atau 50 tahun ke depan mereka akan ingat, oh dulu kita pernah vaksinasi Covid-19 nih di Indonesia. Contohnya begitu," tutur Cadria.

Cadria tidak ingin orang-orang di Indonesia, khususnya anak-anak, melupakan prangko.

"Harapan saya seharusnya generasi muda sekarang itu lebih aware sama prangko. Kenapa? Karena prangko itu kan identitas sebuah negara, jadi negara itu bisa disebut merdeka ketika mereka mempunyai kantor pos dan bisa mengirim surat berprangko," kata dia.

Cadria juga ingin generasi sekarang mulai tertarik mengunjungi museum-museum prangko yang ada di Indonesia.

"Informasi-informasi lengkap terkait prangko ada di situ. Jadi apa pun yang kita inginkan, berkreasi dengan prangko juga bisa. Mau berkolaborasi via prangko juga bisa," tutur dia.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/03/29/09460781/merawat-sejarah-lewat-prangko-di-museum-tmii

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangsel Dukung Rencana Kerja Sama dengan Pemprov DKI Terkait Uji Emisi

Pemkot Tangsel Dukung Rencana Kerja Sama dengan Pemprov DKI Terkait Uji Emisi

Megapolitan
Tanggapi Gelombang Penolakan Ganti Nama Jalan, Wagub DKI: Sekali Lagi, Ini Tak Akan Bebani Warga

Tanggapi Gelombang Penolakan Ganti Nama Jalan, Wagub DKI: Sekali Lagi, Ini Tak Akan Bebani Warga

Megapolitan
Seorang Wanita dan Agensinya Ditangkap akibat Siarkan Aksi Pornografi di Media Sosial

Seorang Wanita dan Agensinya Ditangkap akibat Siarkan Aksi Pornografi di Media Sosial

Megapolitan
Wagub DKI Tegaskan Pemprov Tak Kerja Sama dengan ACT soal Penyelenggaraan Kurban

Wagub DKI Tegaskan Pemprov Tak Kerja Sama dengan ACT soal Penyelenggaraan Kurban

Megapolitan
Teknisi Sekolah Bacok Kepala TU SMAN Unggulan Jakarta, Pelaku Serahkan Diri Usai Kejadian

Teknisi Sekolah Bacok Kepala TU SMAN Unggulan Jakarta, Pelaku Serahkan Diri Usai Kejadian

Megapolitan
PKL di Dekat Rel Pasar Kemiri Muka Menolak Ditertibkan, Pedagang: Jangan Dibongkar, tapi Dirapikan...

PKL di Dekat Rel Pasar Kemiri Muka Menolak Ditertibkan, Pedagang: Jangan Dibongkar, tapi Dirapikan...

Megapolitan
PPKM di Jakarta Jadi Level 1 Lagi, Wagub Ariza: Kita Bersyukur

PPKM di Jakarta Jadi Level 1 Lagi, Wagub Ariza: Kita Bersyukur

Megapolitan
Pemkot Tangsel Imbau Masyarakat Bawa Alat Ibadah Sendiri Saat Shalat Idul Adha

Pemkot Tangsel Imbau Masyarakat Bawa Alat Ibadah Sendiri Saat Shalat Idul Adha

Megapolitan
3 Ustaz Tersangka Kasus Pemerkosaan di Pesantren Depok, Keluar Asrama Sejak 2021

3 Ustaz Tersangka Kasus Pemerkosaan di Pesantren Depok, Keluar Asrama Sejak 2021

Megapolitan
Lapas Bulak Kapal Bekasi Kembali Perbolehkan Kunjungan Tatap Muka Setelah 2 Tahun Pandemi Covid-19

Lapas Bulak Kapal Bekasi Kembali Perbolehkan Kunjungan Tatap Muka Setelah 2 Tahun Pandemi Covid-19

Megapolitan
Mobil Tabrak Separator Busway, Diduga Hilang Kendali Saat Tertinggal Iring-iringan Pengantar Jenazah

Mobil Tabrak Separator Busway, Diduga Hilang Kendali Saat Tertinggal Iring-iringan Pengantar Jenazah

Megapolitan
Sakit Hati Ditegur, Seorang Teknisi Hujamkan Katana ke Kepala TU SMA Unggulan di Jakarta Timur

Sakit Hati Ditegur, Seorang Teknisi Hujamkan Katana ke Kepala TU SMA Unggulan di Jakarta Timur

Megapolitan
PPKM di Jabodetabek Kembali ke Level 1, Kemendagri Sebut Ada Tren Penurunan Kasus Covid-19

PPKM di Jabodetabek Kembali ke Level 1, Kemendagri Sebut Ada Tren Penurunan Kasus Covid-19

Megapolitan
Mendadak Balik Arah Aturan PPKM Jakarta, Pelonggaran Pembatasan dan Dalih Lewati Puncak Pandemi

Mendadak Balik Arah Aturan PPKM Jakarta, Pelonggaran Pembatasan dan Dalih Lewati Puncak Pandemi

Megapolitan
Parkir Liar Kerap Bikin Macet, Polisi Akan Tindak Tegas Siapa Pun Pelanggarnya

Parkir Liar Kerap Bikin Macet, Polisi Akan Tindak Tegas Siapa Pun Pelanggarnya

Megapolitan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.