Salin Artikel

Warga Cengkareng Ini Seminggu Tak Mandi dan BAB di Rumah, akibat Ular Nongol dari Kloset

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekeluarga yang tinggal di Cengkareng, Jakarta Barat, tak bisa menggunakan kamar mandinya sendiri selama satu minggu akibat munculnya ular dari kloset.

Keluarga itu pun terpaksa mandi dan buang air di rumah tetangga selagi kamar mandi mereka "dikuasai" ular. 

Penemuan sosok ular itu tepatnya terjadi di rumah warga di Jalan Pulo Nangka RT 009 RW 002 Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. 

"Satu rumah di sini pada enggak berani mandi di rumah. Mau BAB juga enggak berani. Karena takut diteror sama ular itu," kata salah satu penghuni rumah, Atik Rahmanunggah (56) pada Kamis (14/7/2022), dilansir dari Tribun Jakarta. 

Atik dan anggota keluarga lain memilih mandi di rumah saudaranya yang bersebelahan dengan rumah mereka.

Atik mengatakan, penemuan ular itu bermula saat penghuni rumah sedang cuci piring.

Tiba-tiba dari arah kamar mandi, terdengar suara berisik.

"Lagi nyuci piring kok ada suara berisik dari kamar mandi. Terus begitu dilihat tahu-tahu ular nongol. Kita yang refleks takut langsung tutup pintu," ujar Atik.

Ular berjenis sanca itu kerapkali nongol di kamar mandi lantai satu dan dua rumah.

Atik sempat meminta pertolongan petugas damkar ke lokasi.

"Namun, saat pertama kali datang dua orang petugas tidak membawa alat evakuasi, ularnya keburu masuk lagi (ke dalam kloset)," lanjut Atik.

Beberapa hari kemudian, ular sanca sepanjang 2 meter itu muncul lagi di kamar mandi.

Atik lalu menghubungi petugas damkar lagi.

"Begitu dateng, ular enggak ketemu. Masuk ke lubang kloset lagi," tambahnya.

Karena sudah dua kali gagal menangkap ular, penghuni rumah itu mencari akal.

Atik membuat jebakan di lubang kloset dan memasang CCTV di dalam kamar mandi untuk memantau pergerakan si ular.

Beberapa hari berselang, ular keluar sekitar jam 1 pagi. 

"Begitu keluar, lubang WC tertutup. Jadi dia (ular) enggak bisa masuk lagi," katanya.

Setelah berhasil menjebak ular di kamar mandi, Atik menghubungi petugas damkar.

Dikerahkan sekitar tiga orang petugas untuk mengevakuasi ular sanca itu.

"Saat dievakuasi, ular itu nangkring di atas gantungan handuk. Tak ada kendala saat evakuasi," kata petugas damkar sektor VII Cengkareng, Andi Daeng.

Atik pun merasa lega, ia dan anggota keluarga lainnya tak harus dihantui ketakutan adanya ular.

"Terimakasih banget buat damkar. Responsnya sangat cepat sekali," kata Atik puas.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul "Warga Cengkareng Pilih Seminggu Tak Mandi dan BAB di Rumah: Gara-gara Parno Lihat Sosok Ini Nongol"

https://megapolitan.kompas.com/read/2022/07/15/11170541/warga-cengkareng-ini-seminggu-tak-mandi-dan-bab-di-rumah-akibat-ular

Terkini Lainnya

Taruna STIP Tewas di Tangan Senior Pernah Terjadi pada 2014 dan 2017, Bukti Tradisi Kekerasan Sulit Dihilangkan

Taruna STIP Tewas di Tangan Senior Pernah Terjadi pada 2014 dan 2017, Bukti Tradisi Kekerasan Sulit Dihilangkan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 6 Mei 2024 dan Besok: Pagi Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 6 Mei 2024 dan Besok: Pagi Cerah Berawan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kronologi Penganiayaan Taruna STIP hingga Tewas | Senior yang Aniaya Taruna STIP Panik saat Korban Tumbang

[POPULER JABODETABEK] Kronologi Penganiayaan Taruna STIP hingga Tewas | Senior yang Aniaya Taruna STIP Panik saat Korban Tumbang

Megapolitan
Suasana Berbeda di RTH Tubagus Angke yang Dulunya Tempat Prostitusi, Terang Setelah Pohon Dipangkas

Suasana Berbeda di RTH Tubagus Angke yang Dulunya Tempat Prostitusi, Terang Setelah Pohon Dipangkas

Megapolitan
Dedie Rachim Daftar Penjaringan Cawalkot ke Partai Lain, Bentuk Bujuk Rayu PAN Cari Koalisi di Pilkada

Dedie Rachim Daftar Penjaringan Cawalkot ke Partai Lain, Bentuk Bujuk Rayu PAN Cari Koalisi di Pilkada

Megapolitan
Kemenhub Tambah CCTV di STIP usai Kasus Pemukulan Siswa Taruna hingga Tewas

Kemenhub Tambah CCTV di STIP usai Kasus Pemukulan Siswa Taruna hingga Tewas

Megapolitan
Kasus Kecelakaan HR-V Tabrak Bus Kuning UI Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Kasus Kecelakaan HR-V Tabrak Bus Kuning UI Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Megapolitan
Taruna STIP Dipukul Senior hingga Tewas, Kemenhub Bentuk Tim Investigasi

Taruna STIP Dipukul Senior hingga Tewas, Kemenhub Bentuk Tim Investigasi

Megapolitan
Dedie Rachim Ikut Penjaringan Cawalkot Bogor ke Beberapa Partai, PAN: Agar Tidak Terkesan Sombong

Dedie Rachim Ikut Penjaringan Cawalkot Bogor ke Beberapa Partai, PAN: Agar Tidak Terkesan Sombong

Megapolitan
Kebakaran Landa Ruko Tiga Lantai di Kebon Jeruk, Petugas Masih Padamkan Api

Kebakaran Landa Ruko Tiga Lantai di Kebon Jeruk, Petugas Masih Padamkan Api

Megapolitan
Kronologi Penganiayaan Taruna STIP hingga Tewas, Pukulan Fatal oleh Senior dan Pertolongan yang Keliru

Kronologi Penganiayaan Taruna STIP hingga Tewas, Pukulan Fatal oleh Senior dan Pertolongan yang Keliru

Megapolitan
Dijenguk Adik di RSJ Bogor, Pengemis Rosmini Disebut Tenang dan Tak Banyak Bicara

Dijenguk Adik di RSJ Bogor, Pengemis Rosmini Disebut Tenang dan Tak Banyak Bicara

Megapolitan
Senior yang Aniaya Taruna STIP Panik saat Korban Tumbang, Polisi: Dia Berusaha Bantu, tapi Fatal

Senior yang Aniaya Taruna STIP Panik saat Korban Tumbang, Polisi: Dia Berusaha Bantu, tapi Fatal

Megapolitan
Pengemis yang Suka Marah-marah Dijenguk Adiknya di RSJ, Disebut Tenang saat Mengobrol

Pengemis yang Suka Marah-marah Dijenguk Adiknya di RSJ, Disebut Tenang saat Mengobrol

Megapolitan
BOY STORY Bawakan Lagu 'Dekat di Hati' Milik RAN dan Joget Pargoy

BOY STORY Bawakan Lagu "Dekat di Hati" Milik RAN dan Joget Pargoy

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke