Salin Artikel

Bandelnya Masyarakat yang Masih Suka Membuang Minyak Jelantah Sembarangan

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak 2018, Rumah Sosial Kutub menginisiasi gerakan sedekah minyak jelantah lewat program Terima Sedekah Minyak Jelantah untuk Mereka (Tersenyum).

Manajer Program Tersenyum Rumah Sosial Kutub Nanang Ardiansyah berujar, gerakan ini salah satunya juga mengajak masyarakat agar tak buang limbah minyak sembarangan.

"Realitanya, berkaitan dengan hidup bersih, masih banyak masyarakat yang masih membuang minyak jelantah sembarangan," ujar Nanang kepada Kompas.com, Selasa (29/11/2022).

Menurut Nanang, banyak faktor yang membuat masyarakat membuang limbah minyak jelantah sembarangan. Nanang menduga masih banyak masyarakat belum tahu soal dampaknya bagi lingkungan.

Pasalnya, kata Nanang, konsumsi minyak goreng setiap rumah berbeda-beda. Tak semua orang menggunakan minyak dalam jumlah banyak. Hal itu, kata dia, membuat orang malas mengumpulkan limbah itu agar bisa diolah kembali.

"Kami terus sampaikan kepada masyarakat agar bisa kumpulkan minyak jelantah walau sedikit. Sehingga, tak ada lagi yang dibuang di saliuran air dan lingkungan masing-masing," kata dia.

Nanang berpandangan bahwa memang tidak semua wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek) memiliki program serupa Rumah Kutub Sosial.

Kendati demikian, Nanang berujar penggunaan minyak goreng harus lebih bijak agar tidak menyisakan limbah. Menurut dia, penggunaan minyak goreng harus dilakukan seefisien mungkin.

"Kalau memang tak terlalu dibutuhkan banyak, ya jumlahnya tidak harus digunakan banyak-banyak. Gunakan minya sesuai kebutuhan agar tidak jadi limbah," ujar Nanang.

Nanang pun mendorong masyarakat untuk tidak membuang minyak jelantah ke lingkungan meskipun sedikit. Menurut dia, akan lebih baik limbah tersebut disalurkan ke lembaga yang berwenang.

Adapun Rumah Sosial Kutub telah menggandeng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat Dinas Lingkungan Hidup dan pemerintah kota di lima wilayah.

Program ini, kata Nanang, sudah melibatkan kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), kelompok dasa wisma, hingga juru pemantau jentik (jumantik).

Nanang menjelaskan, kader itu menjadi kepanjangan tangan Rumah Sosial Kutub untuk mengumpulkan minyak jelantah yang ada di masing-masing wilayah.

"Tak hanya Jakarta, program kami sudah menyebar hingga Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Meski begitu, basis kami masih di Jakarta," kata Nanang.

Gerakan sedekah minyak jelantah lewat program Tersenyum yang diinisiasi oleh Rumah Sosial Kutub cukup diminati pasar ekspor Eropa Utara, terutama dari Finlandia.

"Sebagian besar minyak jelantah yang kami kumpulkan memang untuk diekspor, untuk pemanfaatan minyak jelantah dalam negeri saat ini masih dalam skala kecil," ujar Nanang.

Nanang menyebutkan rata-rata minyak jelantah yang berhasil dikumpulkan itu sebanyak 27-30 ribu liter per bulan. Dari situ, minyak akan dikonversi untuk produksi biodiesel dengan harga jual fluktuatif seharga Rp7.000-10.000 per liter.

"Dana hasil konversi itu akan dikembalikan ke wilayah yang mengumpulkan dan dikelola kader dalam bentuk program sosial masyarakat dan pemberdayaan lingkungannya," tutur Nanang.

https://megapolitan.kompas.com/read/2022/11/30/16484271/bandelnya-masyarakat-yang-masih-suka-membuang-minyak-jelantah-sembarangan

Terkini Lainnya

Berniat Melanjutkan Studi ke Filipina, Ratusan Calon Mahasiswa S3 Malah Kena Tipu Puluhan Juta Rupiah

Berniat Melanjutkan Studi ke Filipina, Ratusan Calon Mahasiswa S3 Malah Kena Tipu Puluhan Juta Rupiah

Megapolitan
MRT Lanjut sampai Tangsel, Wali Kota Benyamin: Diharapkan Segera Terealisasi

MRT Lanjut sampai Tangsel, Wali Kota Benyamin: Diharapkan Segera Terealisasi

Megapolitan
Teka-teki Perempuan Ditemukan Tewas di Pulau Pari: Berwajah Hancur, Diduga Dibunuh

Teka-teki Perempuan Ditemukan Tewas di Pulau Pari: Berwajah Hancur, Diduga Dibunuh

Megapolitan
Tragedi Kebakaran Maut di Mampang dan Kisah Pilu Keluarga Korban Tewas...

Tragedi Kebakaran Maut di Mampang dan Kisah Pilu Keluarga Korban Tewas...

Megapolitan
Nasib Jesika Jadi Korban Kebakaran Toko di Mampang, Baru 2 Hari Injakkan Kaki di Jakarta

Nasib Jesika Jadi Korban Kebakaran Toko di Mampang, Baru 2 Hari Injakkan Kaki di Jakarta

Megapolitan
Kejati DKI Belum Terima Berkas Perkara Firli Bahuri Terkait Dugaan Pemerasan terhadap SYL

Kejati DKI Belum Terima Berkas Perkara Firli Bahuri Terkait Dugaan Pemerasan terhadap SYL

Megapolitan
Belajar dari Kasus Sopir Fortuner Arogan, Jangan Takut dengan Mobil Berpelat Dinas...

Belajar dari Kasus Sopir Fortuner Arogan, Jangan Takut dengan Mobil Berpelat Dinas...

Megapolitan
7 Jenazah Korban Kebakaran Toko Bingkai 'Saudara Frame' di Mampang Telah Dipulangkan

7 Jenazah Korban Kebakaran Toko Bingkai "Saudara Frame" di Mampang Telah Dipulangkan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] 7 Orang Tewas Terjebak Kebakaran Toko Saudara Frame | Serba-serbi Warung Madura yang Jarang Diketahui

[POPULER JABODETABEK] 7 Orang Tewas Terjebak Kebakaran Toko Saudara Frame | Serba-serbi Warung Madura yang Jarang Diketahui

Megapolitan
3 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai 'Saudara Frame' di Mampang adalah ART

3 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai "Saudara Frame" di Mampang adalah ART

Megapolitan
Staf Khusus Bupati Kediri Ikut Daftar Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Staf Khusus Bupati Kediri Ikut Daftar Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Megapolitan
4 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang adalah Satu Keluarga

4 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang adalah Satu Keluarga

Megapolitan
Tangkap Komplotan Pencuri yang Beraksi di Pesanggrahan, Polisi Sita 9 Motor

Tangkap Komplotan Pencuri yang Beraksi di Pesanggrahan, Polisi Sita 9 Motor

Megapolitan
Alami Luka Bakar Hampir 100 Persen, 7 Jenazah Korban Kebakaran 'Saudara Frame' Bisa Diidentifikasi Lewat Gigi

Alami Luka Bakar Hampir 100 Persen, 7 Jenazah Korban Kebakaran "Saudara Frame" Bisa Diidentifikasi Lewat Gigi

Megapolitan
Melawan Saat Ditangkap, Salah Satu Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditembak Polisi

Melawan Saat Ditangkap, Salah Satu Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditembak Polisi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke