Bayi Tabung Kembar Empat Lahir di Purwakarta

Kompas.com - 01/11/2008, 12:01 WIB
Editor

Empat bayi kembar lahir dari rahim seorang ibu yang menjalani operasi caesar di RS Efarina Etaham, Jalan Raya Bungursari, Purwakarta, Jumat (31/10). Keempat bayi tersebut adalah hasil proses bayi tabung. Mereka anak pasangan dokter, yaitu Didit Widagdo (35) dan Vita (33). Didit dikenal sebagai spesialis bedah di rumah sakit tersebut, sedangkan Vita dokter di sebuah rumah sakit di Bandung.

"Proses persalinannya sekitar satu jam melalui operasi caesar. Jenis kelamin bayinya, dua lelaki dan dua perempuan," kata Jeffry Panjaitan, dokter spesialis kandungan yang memimpin operasi caesar tersebut, kemarin. Menurut Jeffry, secara medis usia kehamilan sang ibu yang mencapai 34 minggu sudah cukup untuk melahirkan. Operasi dilakukan karena sang ibu sudah tak tahan lagi dengan kondisi perutnya yang semakin besar.

Jeffry menjelaskan, proses kehamilan tersebut direncanakan oleh pasangan Didit-Vita dengan cara bayi tabung. Kabarnya, proses bayi tabungnya di Bandung. Biasanya, kata dia, orangtua bayi menanam lebih dari satu embrio di kandungan untuk jaga-jaga.

"Ternyata keempatnya hidup. Jadi, baru kali ini ada kembar empat persalinan bayi tabung. Umumnya cuma dua," ujarnya.

Meski secara medis keempat bayi itu sehat, kata Jeffry, bobotnya rata-rata 1 kg alias prematur. Karena itu keempatnya kini menjalani perawatan di inkubator.

Data yang diperoleh Warta Kota, bobot teringan bayi yang belum diberi nama tersebut 1,29 kg, Sedangkan bobot bayi terberat hanya 1,7 kg. "Normalnya kan di atas 2 kg sehingga masih perlu perawatan khusus," kata Jeffry. Hingga kemarin keempat bayi tersebut masih dirawat di Ruang Neonatal Intensive Care Unit Kamar Teratai RS Efarina Etaham.

Delapan tahun

Kelahiran empat bayi sekaligus itu membawa kebahagian bagi keluarga besar pasangan dokter Didit-Vita. Kerabat mereka dari Solo dan Bandung juga sudah datang menjenguk. "Alhamdulillah, ternyata kelahirannya pun lancar. Jelas senang sekali. Ini usaha maksimal kami selama delapan tahun," kata Didit Widagdo mengungkapkan perasaannya, kemarin.

Mereka bahagia karena tak semua pasangan yang menempuh program bayi tabung bisa berhasil. Didit menyebutkan, tingkat keberhasilan program bayi tabung di Indonesia hanya sekitar 30 persen. Dia mencontohkan, dari 12 pasangan yang mengikuti program bayi tabung seangkatan mereka, hanya tiga yang berhasil. "Yang kembar empat cuma kami, dua lainnya masing-masing satu," katanya.

Banyak jalan yang telah ditempuh pasangan ini untuk mendapatkan keturunan. Program bayi tabung dipilih pasangan itu setelah mereka menjalani tiga kali inseminasi. Ketiganya gagal. Padahal, berdasarkan pemeriksaan, kesehatan reproduksi keduanya normal. Atas saran seorang dokter, mereka mendatangi Klinik Aster, Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, kira-kira setahun lalu. Setelah berembuk secara matang, akhirnya mereka memutuskan mengikuti program bayi tabung itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.