Keset dan Karpet Sebagai Interior Rumah

Kompas.com - 27/04/2009, 19:44 WIB
Editor

KOMPAS.com - Alas kaki ini biasa disebut keset. Bentuknya lebih kecil dari karpet. Jika karpet biasanya dipakai di ruang tamu, makan, atau sebagai alas tidur, maka keset biasanya digunakan untuk membersihkan kaki setelah keluar dari kamar mandi atau masuk ke sebuah ruangan.

Kita kerap melupakan benda kecil yang terlihat tidak penting ini. Padahal, keset punya fungsi yang tak bisa diremehkan. Katakan saja, untuk membantu agar tak jatuh terpeleset jika ada air di lantai.

Selain fungsi tadi, keset juga bisa dipakai sebagai interior rumah. Sesuaikan motif keset dengan tema utama rumah Anda, agar keset bisa jadi pemanis ruangan. Untuk kamar anak, misalnya.

Ragam warna dan gambar yang lucu seperti pensil, bola, Princess, atau bunga-bunga sangat pas dipasang di kamar mereka. Sebaliknya, kalau ingin membuat foyer cantik, taruh saja selembar keset bergaya etnik di bawah lemari kecil. Tinggal pasang kaca atau lukisan di atas lemari, maka foyer mungil mun tercipta!

Lain keset, lain juga karpet. Selain lebarnya lebih besar, fungsinya pun lebih beragam. Bisa sebagai alas tidur, duduk, atau bisa dipajang sebagai hiasan dinding. Bahan dasar karpet biasanya serat halus berserabut, bisa serat alami, seperti wol, atau serat sintetis, yang selain bisa menahan dingin juga bersifat meredam suara. Hanya saja kelemahannya karpet mudah sekali terkena debu. Disarankan memakai pendingin ruangan jika ingin memasang karpet.

Sebagai interior rumah, karpet biasanya dipasang di ruang tamu atau keluarga. Bagi rumah minimalis sangat banyak pilihan karpet yang mungil. Tak mesti memasang seluruh ruangan dengan karpet. Cukup dipasang satu buah di bawah kursi. Letakkan meja kecil di atasnya. Tambahkan vas bunga, ruang tamu pun tampil cantik dan indah. (Noverita K. Waldan/Tabloid Nova)



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Megapolitan
Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X