RS Omni: Prita Tidak Beritikad Baik

Kompas.com - 03/06/2009, 18:11 WIB
Editor

TANGERANG, KOMPAS.com — Pemberitaan yang dilakukan Prita Mulyasari pada surat terbuka, baik dalam situs, maupun e-mail tentang penipuan, dinilai sangat merugikan dan mencemarkan nama baik Rumah Sakit Omni International dan dua dokter RS tersebut.

"Surat itu dibuat tanpa didasari oleh fakta dan bukti yang sah menurut hukum dan telah merusak citra dr Hengky dan dr Grace di mata masyarakat," kata Risma Situmorang, kuasa hukum RS Omni International saat jumpa pers di Tangerang, Rabu (3/6).

Risma mengatakan, sekarang ini yang berkembang di media hanya karena membuat berita di e-mail dan situs dalam bentuk curahan hati yang berakibat masuk jalur hukum.

Padahal, menurut Risma, kasus tersebut lebih dari itu, karena telah mencemarkan nama baik rumah sakit serta dua dokter. "Yang kita permasalahkan adalah judul serta isi yang telah menuduh rumah sakit melakukan penipuan," katanya.

Dalam surat tersebut, kata Risma, ditulis dengan judul menuduh, yaitu "Penipuan Omni International Hospital Alam Sutera Tanggerang", dan dalam isi surat tersebut menuduh dr Grace tidak profesional sama sekali serta tidak mempunyai sopan satun dan etika dalam menangani pelayanan customer. "Dia juga mengatakan agar berhati-hati dengan perawatan medis dr Hengky," kata Risma.

Menurut Risma, sejak awal hingga sekarang, pihak rumah sakit membuka pintu maaf kepada Prita dan berharap agar permasalahan ini tidak sampai diselesaikan melalui jalur hukum. "Kami cuma ingin Prita mengakui apa yang ditulisnya tidak benar," katanya.

Namun, kata Risma, baik pihak Prita, maupun keluarga, tidak mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, baik saat pemeriksaan perdata berlangsung, maupun hingga putusan hakim tanggal 11 Mei 2009. "Karena itu, kami dan para dokter terpaksa menempuh jalur hukum untuk membuktikan tuduhan tersebut tidak benar," ungkapnya. (C8-09)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selisih hingga 659, Data Kasus Aktif Covid-19 Pemkot Bekasi Tak Sinkron dengan Pemprov Jabar

Selisih hingga 659, Data Kasus Aktif Covid-19 Pemkot Bekasi Tak Sinkron dengan Pemprov Jabar

Megapolitan
Walhi Jakarta Sebut Larangan Kantong Plastik Belum Berjalan Maksimal

Walhi Jakarta Sebut Larangan Kantong Plastik Belum Berjalan Maksimal

Megapolitan
Pro Kontra Ganjil Genap di Tengah Pandemi Covid-19, Driver Ojol Untung tapi Pengguna Mobil Bingung

Pro Kontra Ganjil Genap di Tengah Pandemi Covid-19, Driver Ojol Untung tapi Pengguna Mobil Bingung

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Bos PS Store Putra Siregar Jadi Korban Pembunuhan Karakter

Kuasa Hukum Sebut Bos PS Store Putra Siregar Jadi Korban Pembunuhan Karakter

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Penembakan di Tangsel, Tersangka Klaim untuk Bubarkan Balap Liar

Polisi Dalami Motif Penembakan di Tangsel, Tersangka Klaim untuk Bubarkan Balap Liar

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Jimmy Paling Tahu Kepabeanan Ponsel Putra Siregar, Siapa Dia?

Kuasa Hukum Sebut Jimmy Paling Tahu Kepabeanan Ponsel Putra Siregar, Siapa Dia?

Megapolitan
Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Megapolitan
Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Megapolitan
Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Megapolitan
Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Megapolitan
3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

Megapolitan
Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Megapolitan
3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X