KTP Keliling Siap Sambangi SMA dan SMK

Kompas.com - 29/05/2010, 22:15 WIB
Editormade

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sukses menjadi primadona pelayanan prima kepada masyarakat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta kembali membuat terobosan dalam hal pelayanan kependudukan dan catatan sipil. Kini Sudin Dukcapil Jakarta Barat akan menyambangi Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau sederajat untuk menjangkau pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada para siswa yang merupakan usia wajib pemegang KTP bagi yang telah berusia 17 tahun.

“Para siswa SMA atau SMK yang telah berusia 17 tahun wajib memiliki kartu identitas kependudukan. Jadi, pelayanan KTP Keliling yang kami laksanakan akan mencoba mengakomodir hal itu dengan melakukan pelayanan di sekolah-sekolah,” ujar Ahmad Fauzi, Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Barat saat ditemui dalam pelayanan KTP Keliling yang digelar di Kompleks Kodam RW 06, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (29/5/2010).

Untuk mematangkan rencana tersebut, saat ini Sudin Dukcapil Jakarta Barat tengah berkoordinasi dengan Sudin Pendidikan Menengah (Dikmen) Jakarta Barat. Hal itu perlu dilakukan guna memperlancar pelayanan yang akan digelar nantinya.

Ia mengaku, hingga saat ini masih menemui beberapa kendala yang belum bisa dicarikan solusinya seperti, alamat siswa yang sangat mungkin saja tidak tinggal di sekitar sekolah. Padahal, sesuai ketentuan yang berlaku, KTP yang akan diterbitkan harus ditandatangani oleh lurah setempat dimana siswa tersebut menetap.

“Itu masalah utama, maka kita berharap ada verifikasi awal sebelum Dikmen Jakarta Barat mengajukan lokasi sekolah yang akan dilayani KTP Keliling,” kata Ahmad Fauzi.

Rencana pelayanan KTP Keliling yang akan melayani siswa SMA/SMK sederajat di Jakarta Barat disambut baik Kepala Sudin Dikmen Jakarta Barat, Abdul Hamid. Abdul Hamid siap membantu Sudin Dukcapil Jakarta Barat yang hendak memberikan layanan pembuatan KTP bagi para siswa SMA/SMK sederajat di Jakarta Barat. “Tentu kita dukung. Jika nantinya benar-benar akan dilakukan, untuk pendataan dan verifikasi, saya siap meminta tiap kepala sekolah agar melakukannya,” kata Abdul Hamid.

Ia menambahkan, pembuatan KTP secara langsung di sekolah diakuinya sebagai target dalam salah satu program kerja Sudin Dikmen Jakarta Barat. Karena tertib administrasi merupakan bagian dari pembelajaran anak didik. Bila sejak dini para siswa telah memiliki KTP, maka siswa tersebut berarti mengetahui aturan dan kewajibannya sebagai warga negara. “Intinya kami akan membuka tangan selebar mungkin untuk mewujudkan pelayanan KTP Keliling di sekolah,” tandasnya.

Sementara itu, dalam pelayanan KTP Keliling di Kompleks Kodam RW 06, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sudin Dukcapil Jakarta Barat berhasil melayani sebanyak 83 perpanjangan KTP serta melayani sebanyak 52 pendaftaran pembuatan Akte Kelahiran.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang Daging Mogok Jualan, Penjual Bakso dan Soto Terpaksa Tutup

Pedagang Daging Mogok Jualan, Penjual Bakso dan Soto Terpaksa Tutup

Megapolitan
Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tambah 3.786, Angka Penambahan Harian Tertinggi Sejak Pandemi

Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tambah 3.786, Angka Penambahan Harian Tertinggi Sejak Pandemi

Megapolitan
Basarnas Pastikan Tanda SOS di Pulau Laki Hoaks

Basarnas Pastikan Tanda SOS di Pulau Laki Hoaks

Megapolitan
Tak Laku Dijual karena Mahal, Daging Sapi Dibuang hingga Dikonsumsi Pedagangnya

Tak Laku Dijual karena Mahal, Daging Sapi Dibuang hingga Dikonsumsi Pedagangnya

Megapolitan
Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

Megapolitan
Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Megapolitan
Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Megapolitan
Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Megapolitan
Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Megapolitan
Jual Impas Daging Rp 120.000 Per Kg, Pedagang: Pembeli Enggak Kuat Harga Segitu

Jual Impas Daging Rp 120.000 Per Kg, Pedagang: Pembeli Enggak Kuat Harga Segitu

Megapolitan
Wakil Ketua DPRD DKI Nilai Wajar Anies Minta Pusat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Wakil Ketua DPRD DKI Nilai Wajar Anies Minta Pusat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Istri Isa Bajaj

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Istri Isa Bajaj

Megapolitan
Selama PPKM, Terminal Bus Kalideres Buka Posko Rapid Test Antigen Gratis

Selama PPKM, Terminal Bus Kalideres Buka Posko Rapid Test Antigen Gratis

Megapolitan
LaporCovid-19: Kenapa Data BOR DKI Masih 80 Persen Sementara Kenyataannya Sudah 100 Persen?

LaporCovid-19: Kenapa Data BOR DKI Masih 80 Persen Sementara Kenyataannya Sudah 100 Persen?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X