Prashant: Hakim Tak Bisa Sewenang-wenang

Kompas.com - 01/04/2011, 14:24 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Hakim memiliki kewenangan untuk mengeluarkan ketetapan pengadilan. Namun, ketetapan tersebut harus didasarkan pada pertimbangan hukum dan rasa keadilan yang benar.

”Hakim punya wewenang (mengeluarkan penetapan), tapi tak bisa sewenang-wenang,” kata Prashant Gangtani kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Pernyataan tersebut disampaikan Prashant seusai menemui hakim Hari Sasangka, ketua majelis hakim yang mengadili kasus pelecehan seksual Anand Krishna.

”Ketetapan yang dikeluarkan ketua majelis hakim itu tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan melanggar kode etik hakim,”  katanya menjelaskan pembicaraannya dengan sang hakim.

"Sebelum ada bukti cukup atas tindak pidana, hakim seakan sudah menvonis bersalah Bapak (Anand),” kata Prashant.

Hal itu terlihat dalam penetapan Anand sebagai tahanan dengan alasan agar Anand tidak mengulang perbuatannya selama masa persidangan. Alasan tersebut sudah menunjukkan bahwa sang hakim telah melanggar asas praduga tak bersalah karena Anand Krishna sudah dianggap sebagai pelaku pelecehan seksual sebelum adanya pemeriksaan seluruh saksi, sebelum mendengar dakwaan jaksa, sebelum ada pleidoi, dan sebelum ada keputusan pengadilan,” kata Prashant.

Hakim juga dianggap melakukan pelanggaran kode etik, misalnya dengan menggunakan kata-kata yang tidak layak diungkapkan seorang hakim saat memimpin proses persidangan.

”Amunisinya sudah disiapkan belum,” kata Prashant menirukan kalimat tak wajar yang dikeluarkan hakim saat akan menghadirkan saksi. Prashant mengaku pihaknya memiliki rekaman video jalannya proses persidangan. Sebab itu, pihaknya bisa menunjukkan sejumlah bukti pelanggaran kode etik dimaksud.

Penetapan penahanan Anand Krishna juga berdampak pada molornya proses peradilan. Proses sidang yang sebelumnya berlangsung seminggu sekali saat ini sudah vakum selama tiga minggu.

”Sidang sudah berlangsung sejak Agustus (2010). Saat ini sudah delapan bulan proses pengadilan berjalan, tapi belum ada kemajuan berarti,” katanya.

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

    Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

    Megapolitan
    Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

    Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

    Megapolitan
    Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

    Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

    Megapolitan
    Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

    Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

    [POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

    Megapolitan
    BMKG: Jabodetabek Hujan Siang Ini

    BMKG: Jabodetabek Hujan Siang Ini

    Megapolitan
    Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

    Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

    Megapolitan
    Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

    Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

    Megapolitan
    Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

    Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

    Megapolitan
    Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

    Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

    Megapolitan
    Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

    Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

    Megapolitan
    Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

    Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

    Megapolitan
    Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

    Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

    Megapolitan
    Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

    Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

    Megapolitan
    Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

    Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X