Uji Coba KRL Commuter Line Hari Ini

Kompas.com - 18/06/2011, 10:16 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

JAKARTA, KOMPAS.com — Uji coba penerapan KRL Commuter Line diberlakukan hari ini, Sabtu (18/6/2011). Sosialisasi uji coba ini sudah mulai dilakukan sejak seminggu lalu di setiap stasiun di Jabodetabek dengan memasang poster pengumuman.

Berdasarkan pantauan Kompas.com sejak pukul 08.45 di stasiun Universitas Indonesia (UI), petugas stasiun mulai dibanjiri pertanyaan dari penumpang KRL yang hendak bepergian. Pertanyaannya sebagian besar sama, yakni seputar jadwal kereta ekonomi dan AC atau yang kemudian disebut Commuter Line (CL).

Melalui pengeras suara di stasiun, petugas kembali mengingatkan bahwa hari ini adalah uji coba penerapan sistem KRL Commuter Line. "Bapak-bapak, ibu-ibu, seluruh calon penumpang hari ini adalah uji coba KRL Commuter Line. Tidak ada jadwal KRL ekonomi AC ataupun ekspres dan tarif jadi Rp 9.000. Setiap perjalanan berhenti di setiap stasiun," tutur petugas stasiun UI, Sabtu (18/6/2011).

Saat petugas itu memberikan pengumuman, para penumpang yang menunggu di peron tampak teliti mendengarkan. Beberapa di antaranya kembali memeriksanya ke petugas pemeriksa karcis di gerbong. "Jadi enggak ada ekspres yah? Ini yang Rp 9.000 apaan?" ungkap Sri, warga Depok, yang hendak menuju Tanah Abang ini.

Petugas pun melayani pertanyaan penumpang dengan sabar sambil menjelaskan bahwa pada hari uji coba ini diberlakukan tarif tuggal untuk KRL AC yang disebut Commuter Line dengan tarif Rp 9.000. Sementara untuk tiket ekonomi tetap Rp 1.500-2.000.

"Uji coba juga hanya berlangsung hari ini. Rencananya akan tiap Sabtu. Tapi Sabtu depan belum pasti," ujar Lutfi, salah seorang petugas stasiun UI yang dijumpai Kompas.com.

Ia menjelaskan bahwa Minggu (19/6/2011) besok dan seterusnya jadwal akan kembali seperti semula. "Tetap ada KRL ekspres. Hari ini saja yang beda. Mulai 2 Juli nanti, tapi semua akan berubah ke sistem Commuter Line," ungkap Lutfi.

Berdasarkan pantauan, beberapa kereta memang mengalami keterlambatan 5-10 menit dari jadwal yang dipampang petugas. Misalnya, KRL Commuter Line rute Bogor-Tanah Abang seharusnya berangkat dari Stasiun UI pukul 09.14, namun baru tiba sekitar pukul 09.30. Meski demikian, sebagian besar KRL Commuter Line tampak lengang, tidak padat.

Hal ini dikarenakan KRL Commuter Line rata-rata hadir  4-15 menit sekali. Di stasiun UI dan stasiun Cawang, pengeras suara pemberitahuan kedatangan kereta tak henti-hentinya berbunyi hampir setiap 5 menit sekali.

Petugas memberitahukan kereta akan datang, baik dari arah Bogor ataupun arah Jakarta. Memang, dengan peniadaan KRL ekspres armada KRL menjadi bertambah dan meningkatkan frekuensi perjalanan kereta api. Hal ini menjadi tujuan KRL Commuter Jabodetabek untuk meningkatkan daya angkut kereta yang saat ini baru mencapai 400.000 penumpang per hari.

Namun, hal yang berbeda tampak pada KRL ekonomi. Kereta tanpa AC itu masih saja tampak padat meski tidak seperti hari kerja. Masih saja ada segelintir penumpang yang membandel duduk di atas gerbong kereta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X