42 Tewas di "Jalur Tengkorak" Cacing

Kompas.com - 22/07/2011, 16:48 WIB
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com — Selama Januari-April 2011, terjadi 280 kasus kecelakaan di jalan Cakung-Cilincing atau yang dikenal dengan Cacing. Selama kurun waktu itu pula, 42 orang tewas di jalur akses ekspor impor menuju Pelabuhan Tanjung Priok itu. Sebanyak 238 orang lainnya mengalami luka.

Alhasil, jalan Cacing menjadi momok bagi para pengendara kendaraan bermotor karena memakan banyak korban. Jalur itu pun dijuluki "jalur tengkorak".

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Royke Lumowa di markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/7/2011), menuturkan, salah satu penyebab jalan Cacing rawan adalah tingginya frekuensi angkutan berat di jalur itu.

"Jalan ini memang selalu dipadati kendaraan berat karena memang menjadi jalur utama kendaraan berat menuju Pelabuhan Tanjung Priok," ujar Royke.

Selain itu, tonase yang diangkut oleh angkutan berat itu rata-rata melebihi batas maksimal. "Ini yang membuat lalu lintas terhambat dan jalan menjadi semakin rusak," katanya.

Padahal, jalan Cacing digunakan bersama-sama dengan pengendara lain, seperti sepeda motor. Hal ini membuat tingkat kerawanan dalam hal kecelakaan semakin meningkat.

Menurut Royke, jalan Cacing sudah tidak selayaknya digunakan oleh berbagai jenis kendaraan. "Harusnya jalan yang dilalui angkutan berat itu tidak bisa mixed traffic. Jalan itu harus khusus untuk angkutan berat," katanya.

Solusi pembuatan jalur khusus untuk angkutan lain selain truk pun diakui Royke tidak bisa dilakukan karena kapasitas jalan Cacing sangat terbatas. Jika satu jalur dipakai, akan menimbulkan kemacetan parah.

Oleh karena itu, pihaknya akan segera melakukan razia yang melibatkan berbagai pihak untuk menertibkan kendaraan berat yang membawa barang melebihi aturan. Penertiban itu bukan hanya melulu penegakan hukum, tetapi mulai dari hulunya. Misalnya untuk  kendaraan-kendaraan overload, pihaknya akan melihat asalnya atau pemilik barang yang dibawa. "Harus jemput hulunya ke pemilik barang agar sesuai dengan tonase yang ditentukan," tuturnya.

Warga yang melintas di jalur tersebut juga diminta ekstrahati-hati dan tidak saling menyalip kendaraan. "Warga harus lebih hati-hati. Kalau menyalip, tentu itu sangat berbahaya," ucap Royke.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode dari Airin untuk Benyamin Terkait Pilkada Tangsel

Kode dari Airin untuk Benyamin Terkait Pilkada Tangsel

Megapolitan
Anies Minta Pembahasan APBD 2020 Dikebut

Anies Minta Pembahasan APBD 2020 Dikebut

Megapolitan
Rumah Kontrakan di Bekasi Dirampok, Penghuni Disekap dan Uang Rp 50 Juta Raib

Rumah Kontrakan di Bekasi Dirampok, Penghuni Disekap dan Uang Rp 50 Juta Raib

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Gerindra dan PKS Harus Duduk Bareng Bahas Wagub

Ketua DPRD DKI: Gerindra dan PKS Harus Duduk Bareng Bahas Wagub

Megapolitan
Satu Kamera Pemantau Gunung Merapi Rusak Akibat Awan Panas Letusan

Satu Kamera Pemantau Gunung Merapi Rusak Akibat Awan Panas Letusan

Megapolitan
Setelah Divonis Bebas, Ina Ingin Kembali Bersama Tiga Anaknya

Setelah Divonis Bebas, Ina Ingin Kembali Bersama Tiga Anaknya

Megapolitan
Terkait Jumat Bergamis Hitam, Pemkot Tangsel Periksa Camat Ciputat

Terkait Jumat Bergamis Hitam, Pemkot Tangsel Periksa Camat Ciputat

Megapolitan
RAPBD DKI Dinilai Tak Transparan, Anies: Itu Penggiringan Opini Tak Sehat

RAPBD DKI Dinilai Tak Transparan, Anies: Itu Penggiringan Opini Tak Sehat

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Graha Bintaro, Sopir Kabur

Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Graha Bintaro, Sopir Kabur

Megapolitan
Prasetio Edi Janji Akan Langsung Bahas Alat Kelengkapan DPRD

Prasetio Edi Janji Akan Langsung Bahas Alat Kelengkapan DPRD

Megapolitan
Cegah Pungli, Kamera Tubuh Petugas PJR Dilengkapi Fitur GPS dan Live Streaming

Cegah Pungli, Kamera Tubuh Petugas PJR Dilengkapi Fitur GPS dan Live Streaming

Megapolitan
Polisi: Pengendara Motor yang Tewas Terlindas Truk di Bintaro Tanpa Identitas

Polisi: Pengendara Motor yang Tewas Terlindas Truk di Bintaro Tanpa Identitas

Megapolitan
RAPBD 2020 Diunggah ke Situs Bappeda, Penyusunan Anggaran DKI Diklaim Transparan

RAPBD 2020 Diunggah ke Situs Bappeda, Penyusunan Anggaran DKI Diklaim Transparan

Megapolitan
Kamera Bodi Petugas PJR Dilengkapi Tombol Darurat

Kamera Bodi Petugas PJR Dilengkapi Tombol Darurat

Megapolitan
Kembali Jabat Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Fokus Masalah Permukiman Kumuh hingga MRT dan LRT

Kembali Jabat Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Fokus Masalah Permukiman Kumuh hingga MRT dan LRT

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X