RSUD Garut Layani Lagi Pasien Jamkesda

Kompas.com - 25/07/2011, 07:19 WIB
EditorKistyarini

GARUT, KOMPAS.com - Pasien pengguna kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Kabupaten Garut kembali bisa dilayani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Garut, mulai Senin (25/7/2011). Hal itu dinyatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Garut Iman Alirahman.

"Rumah sakit akan kembali melaksanakan kewajiban melayani pasien Jamkesda mulai Senin tanggal 25 Juli 2011 (hari ini, red)," kata Iman Alirahman saat jumpa pers setelah menggelar rapat pembahasan Jamkesda di Aula Pemkab Garut, Sabtu (23/7/2011).

Menurut Iman, pelayanan kesehatan terhadap pasien Jamkesda kembali diberikan setelah Bupati Garut, Aceng HM Fikri, mengeluarkan aturan resmi melalui Peraturan Bupati (Perbup). Namun, lanjut Iman, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan ada ketentuan khusus yang diatur dalam Perbup tersebut sehingga biaya yang dikeluarkan dalam pelayanan kesehatan pasien miskin program Jamkesda tidak terlalu besar.

Dalam Perbup disebutkan, pasien Jamkesda dianjurkan untuk berobat di Puskesmas terlebih dahulu apabila memang sakit yang dideritanya masih bisa ditangani oleh Puskesmas."Jika penyakitnya cukup berat maka dapat dirujuk ke RSUD," kata Iman.

"Hal itu untuk menghindari pembengkakan biaya pelayanan sebagaimana yang tercantum dalam Perbup. Atas dasar itu pemerintah memberikan kembali pelayanan kepada pasien Jamkesda," jelasnya.

Saat disinggung tentang pembayaran tunggakan Jamkesda Pemkab Garut kepada RSUD Garut senilai Rp 21 miliar, Iman enggan menjelaskannya."Yang jelas dengan diberlakukannya kembali Jamkesda ini agar pasien miskin tetap mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Garut," ujar Iman.

Perbup ini akan disosialisasikan ke semua camat untuk meneruskannya ke warga masing-masing. "Tetap kami ingatkan, untuk mendapatkan layanan Jamkesda, pasien tetap harus membawa SKTM. Kami akan segera sampaikan masalah dibukanya lagi Jamkesda ini kepada para camat," kata Iman.

Ditemui terpisah, Direktur RSUD dr Slamet Garut, Maskut Farid, mengatakan pemberlakukan pelayanan Jamkesda di SRUD Garut kali ini disertai beberapa aturan atau ketentuan khusus. "Salah satunya yaitu adanya ketentuan batasan biaya bagi pasien miskin untuk mendapatkan pelayanan Jamkesda," kata Maskut.

Batasan pelayanan Jamkesda tersebut, kata Maskut, belum dapat ditentukan besarannya, karena menunggu hasil putusan yang tertuang dalam Perbup. "Ada mekanisme di Perbup, intinya penyakit tertentu akan dilayani dan juga ada batasan biaya. Maksimalnya berapa sisanya pasien harus bayar berapa" jelas Maskut.

Diberitakan sebelumnya, RSUD Garut secara mendadak menghentikan pelayanan kesehatan terhadap pasien Jamkesda sejak 15 Juli lalu karena RSUD Garut tidak memiliki dana operasional akibat Pemkab Garut menunggak utang pelayanan Jamkesda sebesar Rp 21 miliar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Jabodetabek, Tinggal Jakarta Utara dan Depok yang Masuk Zona Merah Covid-19

Di Jabodetabek, Tinggal Jakarta Utara dan Depok yang Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Hampir Jadi Korban Begal, Pesepeda Ini Putuskan Tak Lapor Polisi

Hampir Jadi Korban Begal, Pesepeda Ini Putuskan Tak Lapor Polisi

Megapolitan
Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Inspeksi Kampung Pulo, Hanya Tersisa Bajunya di Tepi Kali

Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Inspeksi Kampung Pulo, Hanya Tersisa Bajunya di Tepi Kali

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

[POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

Megapolitan
Bentrok 2 Kelompok Ormas di Ciledug Berakhir Damai

Bentrok 2 Kelompok Ormas di Ciledug Berakhir Damai

Megapolitan
Terserempet Kereta di Cengkareng, Pengendara Ojol Selamat, Motornya Terseret ke Kali

Terserempet Kereta di Cengkareng, Pengendara Ojol Selamat, Motornya Terseret ke Kali

Megapolitan
Lagi, Tanah Longsor Terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Lagi, Tanah Longsor Terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan Sebuah Pabrik Busa di Tangerang

Kebakaran Hanguskan Sebuah Pabrik Busa di Tangerang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Capai 2.140, Paling Banyak di Kecamatan Periuk

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Capai 2.140, Paling Banyak di Kecamatan Periuk

Megapolitan
UPDATE 29 Oktober: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta 379 Orang, Menurun dari Hari Sebelumnya

UPDATE 29 Oktober: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta 379 Orang, Menurun dari Hari Sebelumnya

Megapolitan
UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

Megapolitan
Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

Megapolitan
Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X