Kehidupan Malam Berujung Tabrakan Maut

Kompas.com - 23/01/2012, 19:40 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebelum kecelakaan maut terjadi pada Minggu (22/1/2012) siang di Jalan MI Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, pengendara dan penumpang mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI menghabiskan waktu bersenang-senang semalam suntuk. Pengendara bersama teman-temannya yang kini menjadi tersangka itu juga mengonsumsi pil ekstasi dan minuman keras pada malam sebelum kecelakaan terjadi.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nugroho Aji Wijayanto mengatakan, dugaan kuat kecelakaan terjadi akibat Afriyani Susanti (29) mabuk berat saat mengemudikan mobil Xenia itu. "Hasil tesnya positif dia pakai ekstasi dan minum-minuman keras. Tapi penyebab kecelakaan lebih kuat karena minuman keras ini soalnya dikonsumsi dari jam 2 sampai 10 pagi," ujar Nugroho.

Polisi kini masih menelusuri asal-muasal barang haram itu. Nugroho mengatakan, penelusuran dilakukan sesuai kronologi waktu dan tempat yang didatangi para tersangka. Berdasarkan penuturan Afriyani, Arisandi (34), Denny M (30), dan Adistina (26), empat sekawan di sebuah sekolah seni di Jakarta itu berkumpul untuk pergi ke Hotel Borobudur pada Sabtu pukul 20.00 WIB. Keberangkatan mereka untuk memenuhi undangan seorang teman yang sedang berulang tahun, bukan menikah seperti pemberitaan sebelumnya.

Sekitar pukul 22.00, keempatnya memutuskan pergi melanjutkan acara di sebuah kafe di Kemang, Jakarta Selatan. Di sana, mereka sudah cukup mabuk akibat menenggak minuman keras. "Mereka pergi dengan beberapa mobil," kata Nugroho.

Pada Minggu pukul 02.00, rombongan memutuskan pergi ke kelab malam Stadium di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, dengan menggunakan satu unit mobil, yakni mobil Xenia. Mobil lainnya diparkir di Kemang. "Di diskotek itu mereka makan pil ekstasi, ekstasi juga didapat dengan beli patungan di dalam diskotek," tutur Nugroho.

Salah seorang di antara tersangka diketahui mengonsumsi ganja yang didapat dari pemberian seorang teman. Selain mengonsumsi ekstasi, rombongan juga kembali menenggak minuman keras. Mereka terus berada di Stadium sampai pukul 10.00.

Setelah itu, mereka bertolak kembali ke Kemang untuk mengambil mobil yang ditinggal sebelumnya. Namun, pengaruh alkohol dan ekstasi akhirnya membawa mereka pada peristiwa mengerikan. Saat melintas di Jalan MI Ridwan Rais, Afriyani yang menyetir mobil kehilangan kendali akibat tidak konsentrasi. Mobilnya melaju 100 km per jam dan langsung oleng ke kiri menghantam belasan pejalan kaki yang baru saja pulang berolahraga.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sembilan orang tewas dalam kasus ini dan tiga orang lain mengalami luka-luka akibat terseruduk mobil itu. Afriyani harus menjalani proses hukum yang berat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus, yakni dianggap lalai dalam berlalu lintas dan terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Adapun ketiga teman seperjalanannya juga ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkotika.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X