Takut Amuk Massa, Keluarga Apriyani Minta Pengamanan Khusus

Kompas.com - 25/01/2012, 09:00 WIB
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Pascaperistiwa kecelakaan maut di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, pengemudi minibus B 2479 XI, yakni Apriyani Susanti (29), ditetapkan sebagai tersangka karena lalai dalam berkendara.

Apriyani saat di lokasi kejadian pun nyaris jadi bulan-bulanan massa karena saat itu di depannya ada 13 pejalan kaki terkapar. Sebanyak 5 orang tewas di tempat.

Beruntung aparat kepolisian langsung membawanya ke markas polisi. Pihak keluarga ternyata khawatir amuk massa terjadi karena Apriyani sudah merenggut nyawa orang. Pihak keluarga pun sempat meminta pengamanan khusus di rumahnya yang terletak di kawasan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Pengamanan khusus itu sempat disampaikan keluarga ibunya kepada saya. Mereka minta didatangkan polisi untuk jaga di depan rumah karena takut rumahnya diamuk keluarga korban," ungkap ketua RT tempat Apriyani tinggal, Bawuk, Selasa (24/1/2012), saat dijumpai di kediamannya.

Permintaan keluarga Apriyani ditolak. Menurut Bawuk, pengamanan kepolisian masih dianggap belum mendesak. "Saya katakan ke keluarga tidak usah khawatir karena sampai sekarang pun ancaman itu tidak ada. Akhirnya, pengamanan khusus itu tidak jadi dilaksanakan," papar Bawuk.

Ia melanjutkan, pihak keluarga juga rencananya akan mengungkapkan pernyataannya terkait peristiwa naas itu pada Rabu (25/1/2012) di kediamannya. "Ibu katanya sudah siap bicara ke publik pas hari Rabu di rumahnya pukul 16.00. Semoga saja kondisinya membaik," kata Bawuk.

Diberitakan sebelumnya, tabrakan maut terjadi di Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Minggu pukul 11.00 WIB. Sebuah mobil minibus B 2479 XI menabrak sejumlah pejalan kaki yang sebagian besar baru saja selesai berolahraga di Monumen Nasional (Monas).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Minibus yang dikendarai Apriyani Susanti (29), saat itu melaju kencang dan sempat oleng sampai akhirnya menghantam para pejalan kaki di trotoar dan halte. Mobil baru behenti setelah meringsek masuk ke halaman kantor Kementerian Perdagangan. Akibat peristiwa ini, sembilan orang tewas, lima orang di antaranya tewas di lokasi kejadian. Sedangkan tiga orang lainnya terluka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.