Hidayat: Saya Tak Akan Pakai "Money Politics"

Kompas.com - 07/04/2012, 08:05 WIB
|
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilihan kepala daerah DKI Jakarta ditengarai akan menjadi pilkada yang menghabiskan biaya sangat besar. Pasalnya, para kandidat berlomba-lomba memasarkan dirinya, termasuk berlomba memberikan uang pelicin untuk memuluskan langkah menjadi DKI 1 atau DKI 2. Uang pelicin yang sudah masuk dalam praktik money politics itulah yang dikhawatirkan Hidayat Nur Wahid, salah satu bakal calon gubernur DKI Jakarta.

"Yang dikhawatirkan terkait dengan yang bertarung pakai dana unlimited, sehingga perlu ada pembatasan anggaran berkampanye," ungkap Hidayat, Jumat (6/4/2012), saat dijumpai di Universitas Al-Azhar, Jakarta.

Ia menuturkan, praktik money politics harus diberantas dan langsung ditindak baik yang memberikan dana maupun yang menerima. "Sering punya pengalaman bahwa kandidat dipaksa memberi karena yang menerima begitu semangat. Pak yang satu sudah sekian zak semen, sekian puluh ribu kadang-kadang begitu. Saya tidak akan melakukan hal itu," tutur Hidayat.

Ia mengatakan, praktik money politics sama saja melecehkan rakyat. "Rakyat Jakarta adalah rakyat yang terhormat terdidik. Dia adalah pemilik kedaulatan dan tidak bisa direndahkan dengan politik," tandasnya.

Saat ini ada enam pasang calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta sudah resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta. Sebanyak empat pasang maju dari jalur partai politik, yakni pasangan Jokowi-Ahok, Alex Noerdin-Nono Sampono, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, dan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini.

Sedangkan dua pasangan lainnya sudah terlebih dulu maju melalui jalur independen yaitu Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendardji Supandji-Riza Patria. Keenam pasangan ini akan bersaing memperebutkan kursi DKI 1 dan DKI 2.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.