ASI Eksklusif Kurangi Intensitas Gumoh

Kompas.com - 03/05/2012, 22:15 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

BANDUNG, KOMPAS.com - Berdasarkan riset yang dilakukan di Indonesia maupun di negara lain, bayi yang mendapatkan air susu ibu secara eksklusif tidak mengalami gumoh (regurgitasi) sebanyak bayi yang minum susu formula. Fakta tersebut menjadi salah satu tambahan bagi kampanye pemberian ASI eksklusif.

"Kami akan menggunakan data ini untuk semakin meyakinkan para ibu agar memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi mereka," kata Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, Badriul Hegar Syarif, di Bandung, Kamis (3/5/2012).

Hegar datang ke Bandung sebagai pembicara dalam Kongres Perhimpunan Gastroenterologi, Hepatologi, dan Nutrisi Anak Indonesia. Dalam jumpa pers yang digelar PT Nutricia Indonesia Sejahtera ini, dia didampingi Yvan Vandenplas, Ketua Profesor Pediatrik di Vrije Universiteit Brussel.

Dalam riset yang dilakukan tahun 2004 di RSCM Jakarta atas 138 bayi yang baru lahir, diketahui intensitas bayi yang gumoh atau mengeluarkan isi lambung sehabis minum susu lebih banyak dijumpai pada bayi yang mengonsumsi susu formula.

Gumoh adalah peristiwa saat susu yang sudah masuk lambung bayi dimuntahkan kembali, karena belum bekerjanya otot di ujung kerongkongan untuk menutup jalan masuk makanan ke lambung.

Vandenplas menambahkan, meski sepakat dengan pernyataan Badriul, harus tetap dipikirkan solusi bagi bayi yang tidak mendapatkan akses ASI eksklusif. Salah satunya dengan pengentalan susu yakni menambahkan tepung beras ke susu formula, atau membeli susu formula dengan suplemen antiregurgitasi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepada Majelis Hakim, Dwi Sasono Minta Pengurangan Hukuman

Kepada Majelis Hakim, Dwi Sasono Minta Pengurangan Hukuman

Megapolitan
Akibat Pandemi Covid-19, Tender MRT Harmoni-Kota 2 Kali Gagal Lelang

Akibat Pandemi Covid-19, Tender MRT Harmoni-Kota 2 Kali Gagal Lelang

Megapolitan
Kota Bogor Zona Merah, Kasus Positif Terus Meningkat

Kota Bogor Zona Merah, Kasus Positif Terus Meningkat

Megapolitan
Kapolres Jaksel Sebut Tak Ada Bentrokan di TMP Kalibata

Kapolres Jaksel Sebut Tak Ada Bentrokan di TMP Kalibata

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Penjual Narkoba di Hotel Kawasan Cempaka Putih

Polisi Tangkap 5 Penjual Narkoba di Hotel Kawasan Cempaka Putih

Megapolitan
Diduga Depresi, Pemuda di Bekasi Tewas Gantung Diri di Rumah

Diduga Depresi, Pemuda di Bekasi Tewas Gantung Diri di Rumah

Megapolitan
Bentrokan di TMP Kalibata, Saksi Sebut Demonstran Lari Kocar-kacir

Bentrokan di TMP Kalibata, Saksi Sebut Demonstran Lari Kocar-kacir

Megapolitan
Jadi Tempat Isolasi, Wisma Jakarta Islamic Centre Khusus Pasien OTG Warga Jakut

Jadi Tempat Isolasi, Wisma Jakarta Islamic Centre Khusus Pasien OTG Warga Jakut

Megapolitan
Sebelum Bentrokan Terjadi, Sejumlah Purnawirawan Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Kalibata

Sebelum Bentrokan Terjadi, Sejumlah Purnawirawan Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Kalibata

Megapolitan
UPDATE 30 September: Bertambah 9 Kasus Positif dan 9 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 30 September: Bertambah 9 Kasus Positif dan 9 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Komnas Perempuan Harap Pelaku Peras Payudara di Pondok Aren Ditangkap

Komnas Perempuan Harap Pelaku Peras Payudara di Pondok Aren Ditangkap

Megapolitan
Bocah di Bekasi yang Lantunkan Ayat Al Quran saat Dirawat di RSPAD Meninggal Dunia

Bocah di Bekasi yang Lantunkan Ayat Al Quran saat Dirawat di RSPAD Meninggal Dunia

Megapolitan
Bentrok di TMP Kalibata, Kaca Angkot Pecah

Bentrok di TMP Kalibata, Kaca Angkot Pecah

Megapolitan
Jenazah Dokter Aborsi Ilegal Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Jenazah Dokter Aborsi Ilegal Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
Atasi Pengangguran, Pemkot Tangerang Buka Balai Latihan Kerja di Kelurahan

Atasi Pengangguran, Pemkot Tangerang Buka Balai Latihan Kerja di Kelurahan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X