Kompas.com - 01/08/2012, 15:34 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

JAKARTA, KOMPAS.com — Penggunaan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta makin marak.

Namun, sensitivitas dari aparat Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas atau Badan Pengawas Pemilu masih belum terlihat nyata. "Masih sama seperti biasa dan karenanya ditangani secara biasa," ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ahmad Fauzi Ray Rangkuti, Rabu (1/8/2012) siang.

Pilkada Jakarta putaran pertama yang telah digelar 11 Juli 2012 lalu menghasilkan dua pasangan calon yang maju bersaing lagi di putaran kedua. Mereka adalah pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli. Putaran kedua akan digelar pada September mendatang. Ray menekankan, penggunaan isu SARA, sekecil apa pun, harus diredam.

"Tak cukup dengan pidato, imbauan, kumpul-kumpul, sembari bagi-bagi buku pribadi tulisan Ketua Panwas DKI, tetapi dibutuhkan tindakan cepat, terintegrasi, dan sampai ke akar-akarnya," kata Ray.

Bahkan, jika saja kinerja seperti saat ini, institusi pengawas pemilu lebih baik ditiadakan karena minus-guna, tak efektif, dan juga tak signifikan untuk membantu pelaksanaan pilkada dan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis. Isu SARA membuat demokrasi menjadi tak berguna.

"Pemilih dibodohkan, diajak memilih dengan dasar SARA, bukan visi, program, cita-cita, dan perilaku sosial calon pemimpin. Isu SARA pasti akan membuat sentimen SARA mengemuka," kata Ray.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.