Kompas.com - 03/08/2012, 17:27 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Raja dangdut Rhoma Irama mengaku tidak gentar dengan pemanggilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta terkait masalah ceramah yang menyinggung masalah Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA). Ia mengungkapkan bahwa tim kampanye Foke-Nara dan beberpa kelompok advokat sempat menawarkan untuk memberikan bantuan hukum sehubungan dengan panggilan dari Panwaslu, yang seharusnya dihadirinya pagi tadi.

"Tim Foke-Nara dan sekitar lima kelompok lain menawari saya bantuan hukum. Tapi saya tolak semua karena saya tidak takut," kata Rhoma saat dihubungi wartawan, Jumat (3/8/2012).

Bahkan Rhoma mengaku tidak takut terhadap sanksi yang akan diberikan padanya, jika terbukti ceramahnya tersebut memicu konflik.

"Saya menyampaikan firman Allah di rumah Allah. Apakah hal itu salah? Saya hanya menyampaikan kebenaran," ungkap Rhoma.

Ia pun menegaskan bahwa dalam ayat Alquran ada ayat yang berisi larangan bagi umat Islam untuk memilih pemimpin yang beragama tidak Islam.

"Jika umat Islam memilih pemimpin yang kafir, maka mereka akan menjadi musuh Allah," ujar Rhoma.

"Saya yakin kebenaran ayat Alquran. Jadi, saya tidak takut menyampaikannya. Saya wajib menyampaikan kebenaran. Bagaimana jika banyak umat Islam menjadi musuh Allah?" imbuhnya.

Ketika ditanya mengapa dirinya tidak memenuhi panggilan Panwaslu DKI Jakarta, ayah pedangdut Ridho Rhoma ini menjelaskan bahwa jadwalnya cukup padat. Dia pun mengaku meminta pemeriksaan diundur hingga Senin (6/8/2012) depan.

"Jadwal saya hari ini padat. Saya ada undangan ceramah dan jadi khatib salat Jumat. Sekarang saya sedang berada di Bogor," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.