Kompas.com - 15/08/2012, 22:03 WIB
|
EditorAgnes Swetta Pandia

DEPOK, KOMPAS.com- Pimpinan Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Cinere, Kota Depok menertibkan oknum pegawai berinisial B yang melakukan pungutan di luar ketentuan. Oknum tersebut meminta pungutan kepada seorang warga bernama Hermanto (35) yang membayar pajak sepeda motor Suzuki Skywave tahun 2008 dengan nomor polisi B 6225 ELN.

Pajak untuk kendaraan itu berkisar Rp 200.000, namun Hermanto diminta bayar Rp 650.000. "Uang sudah kami amankan. Besok uang pungutan itu akan kami kembalikan ke yang bersangkutan. Kami minta maaf, oknum itu sudah kami panggil," tutur Endang, Kepala Seksi Surat Tanda Nomor Kendaraan Kantor Samsat Cinere, Rabu (15/8) di Depok.

Endang mengatakan, Kantor Samsat Cinere tidak pernah meminta pungutan tidak resmi ke warga. Dia meminta kepada warga  agar melaporkan jika ada peristiwa serupa. "Tolong agar dapat kerjasama dengan kami, untuk menertibkan praktik itu," katanya.

Sementara itu, Hermanto korban pungutan liar mengatakan praktik seperti itu sudah sering terjadi. Sebelum menimpanya, tetangganya juga pernah dipungut biaya di luar ketentuan yang seharusnya. "Banyak pembayar pajak kendaraan bermotor mengeluh. Nilai pajaknya tidak wajar. Uang itu pasti untuk keperluan tidak resmi," tutur Hermanto.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X