Ini Alasan Nachrowi Ramli Dampingi Fauzi Bowo

Kompas.com - 15/09/2012, 21:35 WIB
Penulis Joe Leribun
|
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut calon wakil Gubernur DKI Jakarta, Nachrowi Ramli, Fauzi Bowo adalah sosok yang berpengalaman dalam memimpin Jakarta. Pandangan ini menjadi alasan utama baginya dalam mendampingi Fauzi Bowo sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.

"Kenapa saya kemudian pilih Pak Fauzi, bukan sama Ahok atau Alex? Saya mesti dukung orang yang jelas, orangnya sudah bekerja, berpengalaman, tahu persis Jakarta dan konsepnya jelas tentang Jakarta, itu yang saya pilih. Yang lain cuma ngasih liat gambar," tegas pria yang akrab disapa Nara ini.

Pernyataan tersebut disampaikannya ketika menghadiri acara halal bi halal dan silaturahmi FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri) di Gedung Trisula Jl. Menteng Raya No.35, Jakpus, Sabtu (15/92012).

Nachrowi Ramli menegaskan, pengalaman Fauzi Bowo sebagai seorang birokrat bila dipadukan dengan pengalamannya sebagai purnawirawan akan melahirkan Jakarta yang aman, sejahtera, dan maju di masa yang akan datang.

"Kesejahteraan masyarakat Jakarta tidak bisa ditawar lagi. Masyarakat harus segera mendapatkan kesejahteraan karena itu hak mereka," lanjutnya.

Menanggapi masih banyaknya pemukiman kumuh pinggir kali di Jakarta, ia pun menjelaskan bahwa hal tersebut bukan semata-mata karena tidak adanya perhatian dari pemerintah, tetapi juga karena faktor budaya. "Orang di pinggir kali susah diajak ke rumah susun, kadang-kadang mereka juga nggak mau. Tinggal di rusun dan rumah biasa beda culturenya. Mau dibikin kaya di Singapura, belum tentu mau," jelasnya.

Calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Fauzi Bowo ini juga turut membantah pernyataan berbagai kalangan yang menilai angka korupsi Pemda DKI Jakarta adalah yang tertinggi di Indonesia. Menurutnya, ada kalangan tertentu yang salah tafsir terhadap data yang dikeluarkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Saya kritisi dulu tolong informasi tentang "kebocoran" di Pemda DKI Jakarta dikonfirmasi kebenarannya. Seperti PPATK, menyatakan ada kebocoran di Pemda DKI, itu tidak betul, ternyata PPATK tidak pernah mengatakan seperti itu," jelasnya.

Dikatakan Nachrowi, seandainya ada kasus korupsi di Pemda DKI Jakarta, tentunya KPK atau pihak berwajib lainnya telah menindaklanjutinya. "Kalau ada kebocoran, barang tentu pemimpin harus ikut bertanggung jawab dan kita akan lakukan kontrol yang keras," tegas Nara.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Duduk di Ujung Balkon Apartemen, Seorang Perempuan Diduga Akan Bunuh Diri

    Duduk di Ujung Balkon Apartemen, Seorang Perempuan Diduga Akan Bunuh Diri

    Megapolitan
    Kadishub DKI Pastikan Aturan Ganjil Genap Belum Diterapkan di Jakarta

    Kadishub DKI Pastikan Aturan Ganjil Genap Belum Diterapkan di Jakarta

    Megapolitan
    Proyek LRT Rute Velodrome-Manggarai Diusulkan Diubah Jadi Velodrome-Klender, Ini Alasannya

    Proyek LRT Rute Velodrome-Manggarai Diusulkan Diubah Jadi Velodrome-Klender, Ini Alasannya

    Megapolitan
    Hina Brimob Kacung China di Instagram, Tersangka Mengaku Cuma Iseng

    Hina Brimob Kacung China di Instagram, Tersangka Mengaku Cuma Iseng

    Megapolitan
    Perwakilan FPI Sambangi Kodam Jaya, Mayjen Dudung: Silaturahim Saja

    Perwakilan FPI Sambangi Kodam Jaya, Mayjen Dudung: Silaturahim Saja

    Megapolitan
    Satu Rumah di Kompleks Polri Ragunan Terbakar

    Satu Rumah di Kompleks Polri Ragunan Terbakar

    Megapolitan
    Gerindra DKI: DPP Akan Jelaskan soal Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK

    Gerindra DKI: DPP Akan Jelaskan soal Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK

    Megapolitan
    Riza Patria Berharap KPK Bisa Adil Tangani Kasus Edhy Prabowo

    Riza Patria Berharap KPK Bisa Adil Tangani Kasus Edhy Prabowo

    Megapolitan
    Tabung Gas Meledak di Bekasi, Tiga Rumah Rusak dan Satu Orang Luka Bakar

    Tabung Gas Meledak di Bekasi, Tiga Rumah Rusak dan Satu Orang Luka Bakar

    Megapolitan
    Lonjakan Pasien Covid-19 pada November, RSUD Depok Terisi 94 Persen, ICU Penuh

    Lonjakan Pasien Covid-19 pada November, RSUD Depok Terisi 94 Persen, ICU Penuh

    Megapolitan
    Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif, Tiga Warga Petamburan Akan Didatangi Tim Puskesmas

    Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif, Tiga Warga Petamburan Akan Didatangi Tim Puskesmas

    Megapolitan
    PSBB Tangsel Diperpanjang hingga 19 Desember, Wali Kota Airin Sebut Tak Ada Perubahan Aturan

    PSBB Tangsel Diperpanjang hingga 19 Desember, Wali Kota Airin Sebut Tak Ada Perubahan Aturan

    Megapolitan
    Anies Singgung Penegakan Aturan PSBB di Daerah Pilkada Tak Seperti Jakarta, Wali Kota Tangsel: Nanti Kami Evaluasi

    Anies Singgung Penegakan Aturan PSBB di Daerah Pilkada Tak Seperti Jakarta, Wali Kota Tangsel: Nanti Kami Evaluasi

    Megapolitan
    Antisipasi Musim Hujan, Satpol PP Turunkan 470 Spanduk dan Baliho Liar

    Antisipasi Musim Hujan, Satpol PP Turunkan 470 Spanduk dan Baliho Liar

    Megapolitan
    Ledakan akibat Tabung Gas Bocor di Bekasi, Dapur hingga Rumah Tetangga Ikut Rusak

    Ledakan akibat Tabung Gas Bocor di Bekasi, Dapur hingga Rumah Tetangga Ikut Rusak

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X