Kompas.com - 26/09/2012, 02:50 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk meningkatkan daya kompetensi di bidang konstruksi, butuh perlengkapan alat dan sumber daya manusia yang handal dalam memenuhi kebutuhan klien.

Indonesia sebagai negara yang strategis di ASEAN, masih memegang pangsa pasar, khususnya di bidang konstruksi.

Sayangnya, kesejahteraan yang diberikan untuk pekerja Indonesia tidak mencukupi kebutuhan. Menurut Sekretaris Badan Pengawas Konstruksi Tri Djoko Waluyo, pengembang konstruksi asing masih membayar para pekerja Indonesia dengan gaji yang sangat minim.

"Mereka (pengembang konstruksi asing) bayar tukang enggak lihat negara, tapi yang dikeluhkan dari pekerja Indonesia. Soal upah minimum dibandingkan negara lain, kita masih lebih rendah," ujar Tri di kantornya, Selasa (25/9/2012).

Namun, secara daya saing, Indonesia tidak ada masalah dalam kompetensi. Tri menuturkan, hal yang menjadi pertimbangan kontraktor asing di Indonesia adalah kedisiplinan pekerja dan kesejahteraan yang tidak mendukung.

"Profesionalisme mereka (pekerja Indonesia) tidak bisa diaplikasi secara maksimal. Tenaga kerja Filipina, Bangladesh, dan Malaysia harus bisa kita bandingkan," ucap Tri. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.