Kawasan Industri Dilumpuhkan

Kompas.com - 03/10/2012, 11:22 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

BEKASI, KOMPAS.com — Mogok massal buruh berdampak kegiatan produksi berhenti dan melumpuhkan kegiatan di seluruh kawasan industri di Kabupaten Bekasi, Rabu (3/10/2012).

Pantauan Kompas, nyaris tidak ada pabrik yang beroperasi pada hari pertama mogok massal atas imbauan Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI). Pabrik-pabrik yang beroperasi, misalnya di sepanjang Kalimalang, Kabupaten Bekasi, diminta berhenti berproduksi dan mengeluarkan buruh untuk mengikuti mogok.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan industri MM2100, EJIP, Delta Silicone, Hyundai, Lippo Cikarang, dan Jababeka. Kawasan industri disesaki buruh yang berputar-putar dengan sepeda motor. Kegiatan produksi terhenti sama sekali.

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dalam MPBI memperkirakan, massa buruh yang ikut mogok massal di Kabupaten Bekasi sekitar 500.000 orang.

Adapun aksi serupa di Kota Bekasi dipusatkan di Kantor Wali Kota Bekasi. Aksi diperkirakan diikuti lebih dari 10.000 buruh.

Aksi memang tidak dikonsentrasikan di satu lokasi, tetapi di beberapa titik. Dengan demikian, kegiatan mogok belum memengaruhi secara signifikan terhadap kemacetan atau keruwetan lalu lintas.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Apindo terkait mogok massal, terutama yang menimbulkan kerugian materi.

Kawasan industri di Kabupaten Bekasi menopang setidaknya 70 persen produksi ekspor nonmigas nasional.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

    Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

    Megapolitan
    Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

    Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

    Megapolitan
    Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

    Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

    Megapolitan
    Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

    Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

    Megapolitan
    APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

    APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

    Megapolitan
    Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

    Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

    Megapolitan
    Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

    Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

    Megapolitan
    Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

    Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

    Megapolitan
    Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

    Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

    Megapolitan
    Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

    Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

    Megapolitan
    Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

    Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

    Megapolitan
    PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

    PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

    Megapolitan
    Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

    Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

    Megapolitan
    Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

    Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

    Megapolitan
    4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

    4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X