Kompas.com - 22/11/2012, 22:05 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga pukul 21.30 WIB Kamis (22/11/2012) ini, sebanyak 2.755 keluarga atau 5.407 jiwa di 31 RW di 15 kelurahan di DKI Jakarta, masih berjuang mengatasi banjir.

Banjir terjadi akibat hujan deras dan aliran kiriman sehingga membuat Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan meluap.

"Sebanyak 139 jiwa masih mengungsi," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Menurut BNPB, banjir akibat luapan Ciliwung dan Pesanggrahan terkait dengan besarnya aliran permukaan yang masuk ke kedua sungai ini. Kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air. Sungai tersedimentasi dan alurnya menyempit, sehingga kapasitas tampung jauh berkurang.

Menurut Sutopo, kapasitas sungai hanya tersisa 40 persen. Penyempitan dan pendangkalan sungai menyebabkan kapasitas tampung yang 60 persen tidak berada di sungai, tetapi bantaran atau daerah aliran sungai.  

Kondisi itu diperparah dengan fakta bahwa 70 persen daerah aliran sungai sudah terbangun. Misalnya luas DAS Pesanggrahan adalah 177 kilometer persegi, dan 70 persen di antaranya sudah bukan kawasan dengan pepohonan dan tumbuhan yang rimbun, melainkan kawasan terbangun.

Data BNPB menunjukkan, permukiman padat penduduk mencakup 45 persen dari luas DAS Pesanggrahan. Kawasan ini tersebar di hilir mulai dari Kebayoran Lama, Kedoya dan Kebon Jeruk di Jakarta Barat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di daerah ini, kawasan hijau hanya tujuh  persen dan terkonsentrasi atau tidak merata. Karena kawasan resapan berubah menjadi hunian, air hujan tidak meresap tetapi mencoba mengalir ke sungai. Namun, karena kapasitas sungai tidak mampu menampung air, banjir menjadi tidak terelakkan.

Lima belas kelurahan yang kebanjiran adalah Kampung Melayu, Bidara Cina, Cililitan, dan Cawang di Jakarta Timur, Bukit Duri, Kebon Baru, Pejaten Timur, Ulu Jami, Bintaro, Pondok Pinang, Cipulir, Grogol Selatan, dan Pondok Labu di Jakarta Selatan, dan Kedoya Selatan dan Sukabumi Selatan di Jakarta Barat.  

BPBD DKI Jakarta telah membangun dan menyiapkan posko darurat di setiap kelurahan, guna mengatasi bencana banjir dan memberi bantuan untuk masyarakat yang jadi korban.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X