Komplotan Pembobol ATM Dibekuk

Kompas.com - 06/12/2012, 03:07 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Empat pelaku pembobol rekening bank melalui anjungan tunai mandiri ditangkap aparat Kepolisian Sektor Karawaci, Tangerang. Pelaku memiliki kartu master ATM untuk membobol rekening korban dari mesin ATM, yang salah satu tersangkanya mengaku sebagai wartawan.

”Mereka ditangkap setelah kami mendapatkan informasi dari warga bahwa seseorang, yang kemudian diketahui bernama AS (35), membobol ATM. Dia ditangkap di Pasar Kemis, Tangerang,” kata Kepala Polsek Karawaci Komisaris Priyo Utomo Teguh Santoso, Rabu (5/12).

Polisi kemudian mengembangkan kasus tersebut. Polisi akhirnya berhasil membekuk tiga tersangka lain yang ditengarai merupakan bagian dari kelompok pembobol ATM. Ketiga tersangka itu adalah DA (32), Mz (38), dan Rz (34).

”Mz sendiri mengaku bekerja sebagai wartawan. Dari tangan Mz itu juga petugas mendapatkan kartu pers dari salah satu media,” kata Priyo kepada wartawan.

Modus yang dilakukan tersangka adalah dengan memasukkan semacam tusuk gigi ke mulut penerima kartu ATM di mesin ATM. Tersangka juga menempelkan striker nomor telepon yang bisa dihubungi jika ada masalah dengan kartu ATM.

Tersangka yakin, dalam kepanikan, biasanya calon korban akan mencari bantuan. Mereka pasti akan menghubungi nomor palsu yang dipasang oleh tersangka yang bertuliskan hubungi call center. Apabila ada calon korban menghubungi nomor tersebut, tersangka di seberang telepon memandu untuk melakukan berbagai langkah.

Kartu ATM tersangkut

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Begitu ada nasabah yang akan menarik uang melalui ATM, kartu tersebut tersangkut di mulut mesin dan tidak bisa keluar. Merasa khawatir, korban lalu menghubungi nomor telepon palsu yang dipasang tersangka.

Suara di seberang telepon pun berpura-pura berkomunikasi layaknya petugas layanan konsumen dari bank tersebut. Pelaku lalu diminta berbagai data konfirmasi, termasuk nomor PIN kartu ATM milik korban. Korban pun lalu diminta mencoba lagi saran yang diberikan pelaku untuk menarik uangnya, tetapi tetap tidak berhasil.

”Bermodal informasi PIN ATM korban, tersangka membobol rekening korban dengan kartu ATM miliknya. Jadi, pelaku itu memiliki semacam kartu master ATM. Pelaku cukup mengetahui nomor PIN korban saja,” ujar Priyo Utomo.

Barang bukti yang disita dari para pelaku antara lain tiga kartu ATM dari tiga bank berbeda, satu kartu master ATM, satu kartu pers, potongan tusuk gigi, dan uang tunai Rp 250.000.

”Pelaku mengaku sudah beberapa kali membobol rekening orang lain melalui ATM. Namun, kami baru menemukan dua orang korban yang rekeningnya dibobol pelaku melalui ATM di Pondok Gede (Bekasi) dan Bitung (Tangerang),” ujar Priyo Utomo. (PIN/RTS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.