Kompas.com - 20/12/2012, 16:30 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Sudah dua bulan, Ibu Kota dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Untuk dapat melaksanakan program-program unggulan yang sudah dirancang, mereka harus dapat menuangkannya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta 2013. Anggaran tersebut harus disahkan paling tidak sampai akhir tahun ini agar program-program unggulan Jokowi-Basuki dapat berjalan tepat waktu dan tidak molor.

Hari ini, Kamis (20/12/2012), Jokowi dan Basuki mengikuti sidang paripurna pertama mereka bersama DPRD DKI. Jokowi menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta 2013. Dalam penyampaiannya itu, Jokowi menyampaikan 20 program unggulan yang diharapkannya dapat disetujui pula oleh DPRD DKI dan akhirnya diserahkan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

"Untuk belanja langsung dialokasikan sebesar Rp 29,97 triliun, antara lain untuk pelaksanaan Program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) sebesar Rp 18,09 triliun dan untuk penyelenggaraan program unggulan sebesar Rp 11,88 triliun," kata Jokowi di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Selengkapnya, berikut ini 20 program unggulan Jokowi-Basuki yang dianggarkan sebesar Rp 11,88 triliun:

1. Pembangunan Kanal Banjir Timur (KBT), untuk penyelesaian pembebasan lahan serta pembangunan jalan dan saluran pengaman sejajar KBT.

2. Normalisasi sungai dan saluran drainase, yang meliputi perbaikan perkuatan tebing melalui pembangunan sheet pile; inventarisasi dan pembebasan lahan utamanya untuk Kali Pesanggrahan, Kali Angke, dan Kali Sunter; serta pembersihan sampah, juga pengerukan sungai dan saluran di lima wilayah DKI Jakarta.

3. Penataan pembangunan situ, waduk, dan tanggul pengaman pantai, yaitu pembangunan embung; pembebasan lahan dan pembangunan waduk; serta pembangunan tanggul pengaman di pantai utara Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

4. Pembangunan flyover (FO) dan underpass (UP), antara lain dialokasikan untuk membangun FO Guntur-Cik Ditiro, FO Kuningan Sisi Selatan, FO Mangga Dua, UP Jalan RA Kartini, UP Industri, UP Permata Hijau, dan UP Cendrawasih-Sultan Iskandar Muda; serta inventarisasi dan pembebasan lahan untuk akses terowongan di Jalan Kembang Kerep, Jakarta Barat.

5. Optimalisasi, perluasan, serta penambahan jaringan jalan dan missing link, yaitu pelebaran jalan-jalan arteri; inventarisasi dan pembebasan tanah untuk jalan tembus (missing link); serta pembangunan Jalan Layang Kapten Tendean-Blok M-Ciledug.

6. Pembangunan Terminal Bus Pulogebang, yaitu pembebasan lahan untuk penyelesaian terminal serta frontage toll akses menuju terminal.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.