Penanganan Kasus Afriyani, Novie, Andhika, dan Rasyid

Kompas.com - 04/01/2013, 17:40 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada tahun 2012 dan awal tahun 2013, terdapat empat kasus kecelakaan yang cukup besar di wilayah DKI Jakarta. Di antara empat kasus kecelakaan tersebut, tiga kasus kecelakaan menelan korban nyawa manusia.

Kecelakaan pertama terjadi pada tanggal 22 Januari 2012 di Tugu Tani, Jakarta Pusat. Saat itu Afriyani Susanti (29) yang mengendarai Daihatsu Xenia bernomor polisi B 2479 XI menabrak para pejalan kaki yang baru pulang berolahraga di lapangan Monas. Dalam peristiwa tersebut, sembilan orang pejalan kaki meninggal dunia akibat tertabrak mobil yang dikendarai Afriyani.

Peristiwa kedua terjadi pada 11 Oktober 2012 oleh Novie Amelia (25) di Jalan Hayam Wuruk, Olimo, Jakarta Barat. Mobil Honda Jazz merah bernomor polisi B 1864 POP yang dikendarai Novie menabrak tujuh orang pengguna jalan.

Peristiwa ketiga terjadi pada Kamis (27/12/2012). Andhika Pradikta (27) yang mengendarai mobil Nissan Grand Livina bernomor polisi B 1796 KFL menabrak warung pecel lele di Jalan Ampera, Jakarta Selatan. Kejadian tersebut menewaskan dua orang lelaki yang sedang makan di warung tersebut.

Kejadian terakhir menimpa anak Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa pada Selasa (1/1/2013). Saat itu, Muhammad Rasyid Amrullah (22) yang menggunakan mobil BMW X5 B 272 HR menabrak mobil Daihatsu Luxio F 1622 CY di Tol Jagorawi. Dua orang meninggal dunia, sedangkan tiga korban lainnya menderita luka-luka.

Dari keempat peristiwa tersebut, pengamat kepolisian yang juga Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, melihat ada beberapa perbedaan penanganan terhadap empat tersangka kasus penabrakan tersebut. Pada kasus Afriyani Susanti, polisi paling proporsional menangani kasus tersebut. Afriyani langsung ditetapkan menjadi tersangka dan melalui proses peradilan yang tergolong cepat.

"Kasus Afriyani merupakan kasus yang paling proporsional penanganannya oleh polisi. Mereka tegas dan cepat memutuskan dan mengadili Afriyani. Penetapan menjadi tersangka juga tidak lamban dan ditetapkan pada hari itu juga," kata Neta saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (4/1/2013).

Penanganan yang sama juga dialamatkan kepada Novie Amelia dan Andhika. Polisi tidak membutuhkan waktu lama untuk menetapkan Novie maupun Andhika sebagai tersangka. Sedangkan pada penanganan kasus Rasyid, polisi terkesan lamban dan menutup-nutupi.

Neta mengungkapkan, Rasyid baru ditetapkan menjadi tersangka setelah mendapat desakan publik melalui media sosial. Polisi, kata Neta, memperlambat penahanan Rasyid dengan alasan trauma mendalam. Padahal, menurut Neta, setiap orang yang telah melakukan penabrakan pasti mengalami trauma seperti Afriyani dan Andika. Akan tetapi, mereka tidak diistimewakan dengan penundaan penahanan.

"Dalam kasus ini, pencekalan juga harus dilakukan. Kalau Rasyid tidak dicekal, dia akan kembali sekolah di London, Inggris, sehingga polisi akan kesulitan melakukan pemeriksaan. Dikhawatirkan, kejadian beberapa tahun lalu, mengenai seorang anak pejabat yang menembak orang, kemudian dengan alasan sekolah ia dibolehkan keluar negeri. Sampai sekarang kasus tersebut tidak dilanjutkan," kata Neta.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

    Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

    Megapolitan
    Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

    Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

    Megapolitan
    Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

    Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

    Megapolitan
    Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

    Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

    Megapolitan
    Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

    Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

    Megapolitan
    Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

    Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

    Megapolitan
    Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

    Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

    Megapolitan
    Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

    Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

    Megapolitan
    Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

    Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

    Megapolitan
    Polisi: 4 Perampok Warteg di Pesanggrahan Berpencar karena Viral di Media Sosial

    Polisi: 4 Perampok Warteg di Pesanggrahan Berpencar karena Viral di Media Sosial

    Megapolitan
    Siap Jadi Wagub DKI, Nurmansjah Lubis: Pindahkan Bully-nya Bang Anies ke Ane

    Siap Jadi Wagub DKI, Nurmansjah Lubis: Pindahkan Bully-nya Bang Anies ke Ane

    Megapolitan
    Meriahkan Imlek 2571, Bandara Soetta Bagi-bagi Angpau sampai Akhir Bulan

    Meriahkan Imlek 2571, Bandara Soetta Bagi-bagi Angpau sampai Akhir Bulan

    Megapolitan
    Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Diperkirakan Kering Nanti Malam

    Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Diperkirakan Kering Nanti Malam

    Megapolitan
    Cawagub DKI Riza Patria: Tidak Ada Lobi Khusus kepada Anggota DPRD

    Cawagub DKI Riza Patria: Tidak Ada Lobi Khusus kepada Anggota DPRD

    Megapolitan
    Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Tersisa 1 Meter

    Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Tersisa 1 Meter

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X