Sulitnya Mengungkap Kasus Dugaan Perkosaan RI

Kompas.com - 07/01/2013, 14:21 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi mengaku sudah memeriksa 14 saksi terkait kasus meninggalnya RI (11), bocah kelas 5 SD asal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Namun, sampai saat ini polisi mengalami kesulitan untuk mengungkap kasus tersebut akibat minimnya informasi.

"Proses penyelidikan telah memeriksa 14 saksi yang terdiri atas korban, orang tua, empat kakak kandung, teman kakak, kakak ipar, dan teman-teman SD-nya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Senin (7/1/2013).

Rikwanto mengatakan bahwa Kepolisian sampai saat ini belum ada menetapkan tersangka karena dari hasil pemeriksaan belum mengarah ke orang tertentu.

"Keterangan para saksi sudah dicek, apakah sesuai dengan yang ada di lapangan. Saat ini pemeriksaan belum ada mengarah ke siapa-siapa. Jadi polisi masih mengumpulkan keterangan. Diharapkan ada saksi baru sehingga kasus ini bisa mencapai titik terang," ujar Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan yang telah dikumpulkan, diketahui bahwa ada perubahan pada diri RI sejak awal November. Hal itu terlihat pada perilaku dan kebiasaan yang tiba-tiba berubah drastis.

"Kondisinya menurun, dia seperti kehilangan gairah. Yang biasanya senang bermain, jadi lebih sering di rumah. Dan jika pakaian dalam biasanya dicucikan ibunya, tapi tiba-tiba cuci pakaian dalamnya sendiri. Jalannya juga sedikit mengangkang," terang Rikwanto.

RI mengalami kejang-kejang sejak Sabtu, 29 Desember 2012, dan dibawa ke RSUPP. Dari hasil pemeriksaan Tim Dokter, RI terindikasi menderita tifus dan panas tinggi. Selain itu, ada kerusakan baik di dubur maupun alat kelamin akibat benda tumpul. Dia diduga korban kekerasan seksual berdasarkan luka berat pada kemaluannya itu.

RI, adalah puteri bungsu dari enam bersaudara pasangan suami istri A (50) dan L (54). Mereka tinggal di lapak pemulung di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. RI meninggal pada Minggu (6/1/2013) di RS Umum Pusat Persahabatan (RSUPP).

 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-coba

    PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-coba

    Megapolitan
    Pemprov DKI Masih Kaji Perlombaan yang Boleh Diadakan Saat 17 Agustus

    Pemprov DKI Masih Kaji Perlombaan yang Boleh Diadakan Saat 17 Agustus

    Megapolitan
    UPDATE 8 Agustus: Tambah 721 Kasus Positif Covid-19, DKI Kembali Catat Lonjakan Tertinggi

    UPDATE 8 Agustus: Tambah 721 Kasus Positif Covid-19, DKI Kembali Catat Lonjakan Tertinggi

    Megapolitan
    Saluran Injeksi Bocor, Sebuah Truk Terbakar di Pinggir Tol Cakung

    Saluran Injeksi Bocor, Sebuah Truk Terbakar di Pinggir Tol Cakung

    Megapolitan
    Sekelompok Warga Datangi Rumah Sakit di Grogol Minta Jenazah Dikeluarkan

    Sekelompok Warga Datangi Rumah Sakit di Grogol Minta Jenazah Dikeluarkan

    Megapolitan
    Bantah Pasar Jaya, Pihak Keluarga Pastikan Satu Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

    Bantah Pasar Jaya, Pihak Keluarga Pastikan Satu Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

    Megapolitan
    Hemat Pengeluaran Kuota Internet, Guru Diminta Manfaatkan Wifi Sekolah

    Hemat Pengeluaran Kuota Internet, Guru Diminta Manfaatkan Wifi Sekolah

    Megapolitan
    Pemprov DKI Sebut Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Jadi Ikon Jakarta

    Pemprov DKI Sebut Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Jadi Ikon Jakarta

    Megapolitan
    Kisah Surjana, Penjual Bendera Musiman yang Merantau ke Jakarta Sejak Umur 10 Tahun

    Kisah Surjana, Penjual Bendera Musiman yang Merantau ke Jakarta Sejak Umur 10 Tahun

    Megapolitan
    Syarat Jadi Agen Detektif Wanita: Cantik dan Pintar Berkamuflase untuk Uji Kesetiaan Lelaki

    Syarat Jadi Agen Detektif Wanita: Cantik dan Pintar Berkamuflase untuk Uji Kesetiaan Lelaki

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Bagikan Ribuan Paket Sembako kepada Korban PHK Selama Pandemi

    Pemkot Bekasi Bagikan Ribuan Paket Sembako kepada Korban PHK Selama Pandemi

    Megapolitan
    Sebuah Gudang di Penjaringan Terbakar, Diduga akibat Korsleting

    Sebuah Gudang di Penjaringan Terbakar, Diduga akibat Korsleting

    Megapolitan
    Jasa Detektif Wanita, Lihai Menggoda Pria-pria Nakal yang Tak Setia

    Jasa Detektif Wanita, Lihai Menggoda Pria-pria Nakal yang Tak Setia

    Megapolitan
    Harga Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Paling Murah Rp 15.000

    Harga Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Paling Murah Rp 15.000

    Megapolitan
    Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Penjaringan Terbakar

    Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Penjaringan Terbakar

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X