Kompas.com - 11/01/2013, 00:09 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyetujui megaproyek enam ruas tol dalam kota. Persetujuannya tersebut ia putuskan setelah mendapatkan pemaparan mengenai gambaran proyek enam ruas jalan tol dalam kota dari Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

Pria yang akrab disapa Jokowi itu menyetujui proyek enam ruas tol dalam kota karena dapat dilalui dengan busway dan transportasi massal lainnya. "Ada jalur khususnya dong nanti, jadi bisa naik turun penumpang pada halte-halte tertentu," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Kamis (10/1/2013).

Jalan tol dalam kota itu rencananya akan dibangun secara elevated atau layang. Oleh karena itu, halte yang akan digunakan untuk naik turun penumpang juga dalam bentuk layang. "Iya ada halte, gambarnya kemarin saya lihat ada haltenya. Saya mau ya karena itu," kata Jokowi.

Dengan halte sistem layang tersebut, sistem standar keamanan pun harus dipertanyakan. Namun, Jokowi mengaku belum mempelajari kajian tersebut sampai pada hal sedetail itu. "Ya, kagak tahu, masak saya menguasai sedetail itu," ujarnya.

Jokowi pun menjanjikan semua transportasi massal dapat melintasi enam ruas tol dalam kota tersebut. "Satu-satu dulu lah. Ini busway rampung, nanti Kopaja, metromini rampung, masuk lagi ke mikrolet rampung, bajaj rampung, sampai kalau perlu bemo-bemo juga masuk," tuturnya.

Seperti diketahui, Jokowi akhirnya menyetujui megaproyek enam ruas jalan tol dalam kota. Hal ini sangat kontras dengan janji-janjinya yang selalu ia lontarkan saat masih berkampanye sebagai calon gubernur DKI yang menolak penambahan jalan dan tol dalam kota.

Saat itu, ia mengatakan kalau penambahan jalan dan tol dalam kota hanya memicu warga untuk berbondong-bondong membeli kendaraan pribadi. Namun, Jokowi akhirnya menyetujui megaproyek yang bernilai sekitar Rp 42 triliun itu dengan catatan tol tersebut dapat dipakai untuk jalur busway dan transportasi massal lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembangunan enam ruas jalan tol dibagi empat tahap yang rencananya selesai pada 2022. Tahap pertama, ruas Semanan-Sunter sepanjang 17,88 kilometer dengan nilai investasi Rp 9,76 triliun dan Koridor Sunter-Bekasi Raya sepanjang 11 kilometer senilai Rp 7,37 triliun.

Tahap kedua, Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 11,38 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,65 kilometer senilai Rp 6,95 triliun. Tahap ketiga, koridor Ulujami-Tanah Abang dengan panjang 8,27 kilometer dan nilai investasi Rp 4,25 triliun.

Terakhir, Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,56 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun. Jika sudah selesai, keenam ruas tol itu akan menjadi satu dengan tol lingkar luar milik PT Jakarta Tollroad Development, tetapi tarifnya akan terpisah dengan tol lingkar luar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.