Basuki Ingin Warga Rusun Bisa Bekerja di PT KBN

Kompas.com - 31/01/2013, 12:09 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperbesar kepemilikan saham di PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Hal itu dilakukan agar ada kewenangan lebih menentukan pekerja di perusahaan-perusahaan KBN.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan, saat ini Pemprov DKI baru memiliki sekitar 20 persen saham KBN. Ia bertekad, di tahun ini kepemilikan saham itu akan melonjak sampai batas maksimal, yakni 49 persen.

"Enggak bisa, kalau lebih dari 49 persen nanti jadi BUMD," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Dampak dari kepemilikan saham yang lebih besar, kata Basuki, pihaknya dapat merekomendasikan para penghuni rumah susun untuk bekerja di perusahaan-perusahaan KBN. Hal itu dianggapnya akan memperbaiki taraf ekonomi warga penghuni rusun yang umumnya tak memiliki pekerjaan tetap, berpenghasilan rendah, dan berasal dari wilayah kumuh.

Meski begitu, mantan Bupati Belitung Timur ini tak ingin sembarangan merekomendasikan warga pada KBN. Karena sanksi tegas tetap berlaku bila ada pelanggaran yang dilakukan penghuni rusun.

"Kita beri jaminan juga. Kalau mereka berulah, bermasalah, kita akan usir juga dari rumah susun," ujarnya.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemkot Tangerang Keluarkan Seruan Penggunaan Masker di Luar Rumah

    Pemkot Tangerang Keluarkan Seruan Penggunaan Masker di Luar Rumah

    Megapolitan
    [UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

    [UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

    Megapolitan
    BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

    BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

    Megapolitan
    [UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

    [UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

    Megapolitan
    Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

    Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

    Megapolitan
    Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

    Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

    Megapolitan
    Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

    Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

    Megapolitan
    PHK Massal di Tengah Pandemi Covid-19 dan Upaya Pemerintah Berikan Insentif

    PHK Massal di Tengah Pandemi Covid-19 dan Upaya Pemerintah Berikan Insentif

    Megapolitan
    Polda Metro Jaya Kerahkan 60 Personel untuk Kawal Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

    Polda Metro Jaya Kerahkan 60 Personel untuk Kawal Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Pencabutan Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 19 April 2020

    Pencabutan Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 19 April 2020

    Megapolitan
    Mau Keluar Rumah Hari Ini? Jangan Lupa Pakai Masker

    Mau Keluar Rumah Hari Ini? Jangan Lupa Pakai Masker

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Physical Distancing Tak Terlaksana, Warga Padati Pasar | Penumpang Tanpa Masker Dilarang Masuk Stasiun

    [POPULER JABODETABEK] Physical Distancing Tak Terlaksana, Warga Padati Pasar | Penumpang Tanpa Masker Dilarang Masuk Stasiun

    Megapolitan
    Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

    Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

    Megapolitan
    Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

    Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

    Megapolitan
    Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

    Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X