2013, Surabaya Bangun 2 Sungai - Kompas.com

2013, Surabaya Bangun 2 Sungai

Kompas.com - 04/02/2013, 03:00 WIB

SURABAYA, KOMPAS - Untuk mengendalikan banjir, Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, terus melakukan terobosan. Tahun 2013 akan diba-ngun dua sungai dengan memanfaatkan jalur hijau di Surabaya barat. Dua sungai itu untuk memper-cepat surutnya genangan air ketika musim hujan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Surabaya, Minggu (3/2), mengatakan, ketinggian genangan air sehabis hujan saat ini maksimal 60 sentimeter (cm), dan hanya pada wilayah tertentu. Sebelum dilakukan normalisasi sungai dan saluran air, genangan air bisa mencapai 100 cm, antara lain di Jalan Mayjen Sungkono, Benowo, dan Margomulyo.

Di Surabaya dengan luas wilayah 333,062 kilometer persegi terdapat 13 saluran primer berupa anak sungai dan 70 saluran sekunder untuk mengalirkan air ke laut bebas. Seluruh saluran itu secara rutin dilakukan pengerukan, termasuk membersihkan waduk dari eceng gondok dan memasang gorong-gorong. Pada musim kemarau rumah pompa dan pintu air diperbaiki sehingga ketika musim hujan semua berfungi secara maksimal.

Risma menjelaskan, lokasi dua sungai berada di Surabaya barat sehingga ketika musim hujan genangan air cepat surut. Panjang sungai masing-masing sekitar 20 km dan anggaran untuk pembangunan pengendalian banjir itu juga sudah siap.

”Tahun 2013, proyek pembangunan dilaksanakan dan kondisi sungai tak lurus sebab alurnya memakai jalur hijau. Diupayakan seminim mungkin membebaskan lahan milik warga agar proyek cepat selesai,” ujarnya.

Pemerintah Kota Surabaya berupaya meminimalkan terjadinya banjir, termasuk normalisasi dan pengerukan saluran air mulai primer, sekunder, tersier, hingga saluran tepi. Tahun 2012, pengerukan menghasilkan lumpur setara 130.000 dump truck yang diangkat dari saluran.

Normalisasi saluran, sungai, dan perawatan jalan diupayakan cepat selesai agar aktivitas warga tidak terganggu. Jika muncul genangan sehabis diguyur hujan di wilayah tertentu, seperti Margomulyo dan Tanjungsari, lalu lintas menuju dan keluar Jalan Tol Surabaya-Gresik dan sebaliknya dipastikan macet.

Di Jawa Tengah, Bupati Pati Haryanto, Minggu, di Pati, menjelaskan, hingga kini normalisasi Sungai Juwana masih belum optimal untuk mengatasi banjir. Normalisasi perlu didukung kolam retensi di sejumlah titik dan pembangunan waduk di Kabupaten Kudus, yang berdekatan dengan Pati, untuk menampung air bah agar tak langsung mengalir ke laut.

Diakui Haryanto, saat ini antisipasi banjir di Sungai Juwana baru sebatas normalisasi yang menelan dana Rp 60 miliar. Jika ingin tuntas dengan tambahan kolam retensi, memerlukan dana Rp 1,2 triliun.

Pemerintah Kabupaten Kudus berupaya mempercepat pembangunan Waduk Logung yang diharapkan mengurangi dampak banjir Sungai Juwana yang melintasi Kudus dan Pati pula. Bupati Kudus Musthofa menuturkan, tahun ini Pemkab Kudus menyiapkan Rp 13,5 miliar untuk membebaskan lahan di Kecamatan Jekulo dan Kecamatan Dawe.

Di Lampung, warga Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, yang berhari-hari dilanda banjir, mulai terjangkiti penyakit. Bupati Mesuji Khamamik mengakui, sebagian warganya mengalami gatal-gatal dan gangguan pencernaan akibat banjir.

Kewaspadaan ditingkatkan

Dari Maluku dilaporkan, bendungan alam Wai Ela di Kabupaten Maluku Tengah masih mungkin jebol meski berbagai langkah perbaikan sudah dilakukan. Karena itu, Sabtu dilakukan simulasi tanggap darurat di Negeri Lima, Maluku Tengah, untuk meningkatkan kewaspadaan warga dan komando siaga darurat jika banjir bandang akibat jebolnya bendungan alam Wai Ela terjadi.

Simulasi melibatkan seribuan warga Negeri Lima dan 1.819 personel komando siaga darurat ser- ta disaksikan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Mohammad Hasan dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Pada simulasi digambarkan bendungan alam itu jebol dan menimbulkan banjir bandang di Negeri Lima.

”Jika bendungan alam jebol, banjir bandang akan tiba di Negeri Lima dalam waktu tak lebih dari 10 menit. Waktu itu singkat, dan tidak mungkin bagi warga untuk lari ke Seith. Karena itu, warga harus lari dulu ke tiga titik aman di Negeri Lima,” kata Komandan Siaga Darurat Bencana Wai Ela Kolonel Asep Kurnaedi.

Bendungan alam itu terbentuk setelah Sungai Wai Ela tertutup longsoran Bukit Ulukhatu pada 13 Juli 2012. Namun, bendungan itu rawan jebol digerus air.(ETA/HEN/JON/APA)


Editor

Terkini Lainnya

Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Regional
Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Nasional
Saat Perwakilan Ojek Online se-Indonesia Mengadu ke DPR

Saat Perwakilan Ojek Online se-Indonesia Mengadu ke DPR

Megapolitan
Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Nasional
Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Nasional
Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Internasional
Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Regional
Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Internasional
Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Nasional
Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Nasional
Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Nasional
Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Regional
Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Nasional
Fransika Berencana Laporkan Lagi Sandiaga soal Kasus Penggelapan Lahan

Fransika Berencana Laporkan Lagi Sandiaga soal Kasus Penggelapan Lahan

Megapolitan
10 Fakta Persidangan Setya Novanto dan Aliran Uang Korupsi E-KTP

10 Fakta Persidangan Setya Novanto dan Aliran Uang Korupsi E-KTP

Nasional

Close Ads X