Tabrakan Kereta Vs Mobil dan Motor akibat Ulah "Pak Ogah"

Kompas.com - 11/02/2013, 14:07 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Peristiwa kecelakaan kereta api (KA) dengan mobil dan motor di pintu pelintasan Jalan Bintaro Utama, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2013) sekitar pukul 09.40 WIB, terjadi lantaran keteledoran ulah "pak ogah" yang mengatur lalu lintas di lokasi kejadian.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Sigit Purwanto mengatakan, kejadian bermula saat mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 1707 TOY dan sebuah sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B 6678 FKJ masuk melalui celah pintu pelintasan.

"Awalnya di pelintasan dengan palang pintu itu ada 'pak ogah', lalu ditariklah (diarahkan masuk) disuruh maju terus (melintasi rel)," kata Sigit, saat ditemui wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (11/2/2013).

Namun naas, sebuah kereta api Patas jurusan Merak-Jakarta dengan nomor KA 271 tanpa disadari tengah melaju dari arah selatan ke utara dan sudah berada dekat dengan pintu pelintasan. Akibatnya, tabrakan pun tak bisa dihindari lagi.

"Mobil ditabrak dari belakang bagian kanan, lalu dampaknya mental kena motor yang ada di bagian depan sebelah kiri mobil. Jadi, motor ini bukan langsung ditabrak kereta, tetapi imbas akibat tabrakan," ujar Sigit.

Dia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan tersebut. Baik pengemudi Avanza, Iwan (20), dan penumpangnya Rahmat (53), maupun pengendara motor, Rian (20), selamat dalam kejadian tersebut. Para korban mengalami luka-luka, di antaranya di bagian kepala, tangan, dan kaki. Mereka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Dr Suyoto di Bintaro.

Sigit mengatakan, kendaraan yang terlibat kecelakaan itu langsung dievakuasi ke tempat penyimpanan barang bukti kecelakaan di Jagakarsa. Sejumlah saksi terkait peristiwa kecelakaan tersebut sudah dimintai keterangan oleh petugas. Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap pak ogah yang melarikan diri pascakecelakaan terjadi. "Pak ogah itu sedang diburu oleh reserse. Saksi-saksi sudah kami periksa," kata Sigit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.