Hakim Panggil Rasyid "Mas"

Kompas.com - 21/02/2013, 12:24 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat memanggil terdakwa untuk maju ke depan, biasanya hakim memanggil dengan sebutan "saudara terdakwa". Namun, untuk Rasyid Rajasa, ketua majelis hakim, J Soeharjono, memanggil "mas".

Peristiwa tersebut terjadi saat sidang yang mendengar keterangan saksi kedua, yakni Rangga Ikta Nugraha. Saksi mengaku sempat menahan SIM terdakwa seusai kecelakaan dan memberikannya kepada polisi yang ada di lokasi.

J Soeharjono, yang sekaligus menjabat Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur, meminta saksi, jaksa penuntut umum, serta terdakwa dan kuasa hukumnya untuk melihat barang bukti SIM terdakwa ke meja hakim. Saat itulah, hakim memanggil Rasyid dengan sebutan "mas".

"Sini, Mas, periksa dulu barang bukti yang ada," panggil hakim J Soeharjono meminta Rasyid maju ke depan di sela-sela sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (21/2/2013).

Pengamatan Kompas.com, panggilan tersebut hanya dilakukan ketua majelis hakim kepada Rasyid semata. Sementara, ketika hakim memanggil unsur persidangan lain, tetap sesuai dengan statusnya, misalnya saksi dan penasihat hukum.

Dalam setiap persidangan, semua unsur yang ada dalam persidangan lazimnya dipanggil oleh hakim sesuai status hukumnya, yakni terdakwa, saksi, jaksa, dan sebagainya. Meski demikian, hal tersebut memang tidak diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Hingga pukul 11.51, sudah tiga saksi yang didengar keterangannya, yakni petugas Jasa Marga, Unggul Budiharjo; saksi mata di lapangan, Rangga Ikta Nugraha; dan dari kepolisian, Ipda Heri Wibiantoro.

Rasyid adalah tersangka kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi arah Bogor, KM 3+335, tanggal 1 Januari 2013 pagi. Mobil BMW B 272 HR yang dikemudikan Rasyid menghantam Daihatsu Luxio F bernopol 1622 CY hingga dua penumpangnya, Harun (60) dan Raihan (1,5), meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka.

Polisi menjerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal yang dikenakan adalah Pasal 283 tentang Mengemudi dalam Kondisi Tertentu, Pasal 287 tentang Melanggar Rambu Lalu Lintas, dan Pasal 310 mengenai Kelalaian Mengemudi yang Menyebabkan Orang Lain Meninggal.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

    Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

    Megapolitan
    Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

    Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

    Megapolitan
    Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

    Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

    Megapolitan
    Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

    Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

    Megapolitan
    Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

    Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

    Megapolitan
    Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

    Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

    Megapolitan
    Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

    Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

    Megapolitan
    Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

    Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

    Megapolitan
    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Megapolitan
    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Megapolitan
    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Megapolitan
    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

    Megapolitan
    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Megapolitan
    Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

    Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

    Megapolitan
    PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

    PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X