Kompas.com - 11/03/2013, 20:53 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo optimistis masalah sengketa lahan di lintasan akses tol Tanjung Priok akan segera selesai. Di antaranya sengketa lahan dengan ahli waris makam Mbah Priok yang lokasinya akan dilintasi jalan bebas hambatan tersebut.

Jokowi mengatakan, ia akan segera menemui ahli waris lahan di Jalan TPU Dobo, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Ia juga berjanji akan mengedepankan ruang dialog demi mendapatkan jalan keluar yang tidak merugikan semua pihak.

"Semua diajak bicara, nanti akan dimulai oleh Pak Wali Kota, dan nanti saya juga akan ke sana, mungkin Rabu atau Kamis," kata Jokowi, Senin (11/3/2013).

Mantan Wali Kota Surakarta ini menjelaskan, pembebasan lahan perlu dilakukan karena menyangkut akses ke Pelabuhan Tanjung Priok yang semakin padat. Ia mengatakan, kesibukan lalu lintas di Pelabuhan Tanjung Priok saat ini meningkat dua kali lipat. "Bisalah, ini kan masalah bicara, cara pendekatan, karena kita pendekatan yang baik, bukan represif," ujarnya.

Hingga pekan kedua Februari 2013, progres pengerjaan konstruksi akses tol Tanjung Priok ini baru mencapai 50 persen, sedangkan pengoperasian jalan bebas hambatan ini ditargetkan bisa dimulai pada 2014. Proyek yang dibiayai oleh pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) sebesar Rp 4,5 triliun ini juga masih terkendala pembebasan lahan.

Proyek ini dibagi menjadi lima seksi, yakni seksi E1 Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 kilometer, seksi E2 Cilincing-Jampea 2,74 kilometer, seksi E2A Jampea-Simpang Jampea 1,92 kilometer, seksi NS Link Simpang Jampea-Yos Sudaro 2,42 kilometer, dan seksi NS Direct Ramp 1,1 kilometer. Jalan tol ini dibangun untuk mempermudah alur distribusi barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok. Kendaraan yang menuju pelabuhan tersebut tidak lagi melewati tol dalam kota. Total investasi untuk pembangunan tiap seksi akses tol sepanjang 11,36 kilometer ini mencapai Rp 3,60 triliun.

Progres pembebasan lahan di seksi E2A mencapai 52.586 meter persegi atau sekitar 70 persen dari total lahan yang dibutuhkan, yakni 75.226 meter persegi. Sisa lahan yang belum dibebaskan di seksi ini termasuk eks makam Dobo atau makam Mbah Priok.

Secara terpisah, Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono menjelaskan bahwa pembebasan lahan area makam Mbah Priok telah difasilitasi. Nantinya luas wilayah makam itu akan diperkecil demi menopang sibuknya Pelabuhan Tanjung Priok. Hal itu dikarenakan pintu masuk dan keluar akses tol Tanjung Priok akan berada persis di area makam Mbah Priok.

"Ini sengketa dengan Pelindo. Nanti tetap ada masjidnya, ada tempat untuk ziarahnya, tapi area makamnya sedikit menyempit untuk menopang sibuknya aktivitas di pelabuhan," ujar Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.